Kota Pekalongan, Media RCM.com – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pelaku seni dan budaya untuk menentukan arah organisasi ke depan sekaligus memilih ketua baru untuk periode 2026–2029
Acara yang diselenggarakan di aula lantai 3 kantor BPKAD kota Pekalongan, Sabtu (25/4/2026) ini, dihadiri oleh berbagai perwakilan komunitas seni, tokoh budaya, serta undangan dari unsur pemerintah daerah. Dengan harapan dapat memperkuat peran Dewan Kesenian dan Budaya dalam melestarikan serta mengembangkan potensi seni lokal.
Dalam agenda utama Musda, dilakukan pemilihan ketua baru secara demokratis. Proses pemilihan berlangsung tertib dengan mengedepankan musyawarah mufakat sebelum akhirnya ditetapkan ketua terpilih Amat Saeri dan wakilnya Hadi Sulistiyono R yang akan memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan.

Ketua terpilih Saeri dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk membawa Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan menjadi lebih aktif, inovatif, dan mampu merangkul seluruh elemen seni budaya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, guna memajukan ekosistem seni di Kota Pekalongan.
“Saya berkomitmen untuk membawa Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan agar menjadi lebih baik. Jika dalam mengemban amanah, saya kurang pas mohon diingatkan. Dan bila baik mohon didukung,” kata Saeri.
Selain pemilihan ketua, Musda juga menghasilkan keputusan strategis lainnya, yaitu pembentukan tim formatur. Tim ini bertugas menyusun kepengurusan baru Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan periode 2026–2029. Formatur yang dipilih terdiri dari unsur perwakilan masing-masing dari komite seniman yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas dalam organisasi.
Tim formatur diberikan mandat untuk segera menyusun struktur kepengurusan yang solid, profesional, dan representatif, agar mampu menjalankan program kerja secara efektif. Diharapkan, kepengurusan baru nantinya dapat menjadi motor penggerak dalam pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong kreativitas seni yang berdaya saing.
Musda ini juga menjadi ajang silaturahmi serta ruang diskusi bagi para pelaku seni untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan demi kemajuan dunia kesenian di Kota Pekalongan.
Dengan terselenggaranya Musda ini, diharapkan Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan semakin berperan aktif dalam menjaga warisan budaya serta menciptakan inovasi baru yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.



