Silaturahmi lnsan Pers di Saung Jurnalis detikPerkara: Menyatukan Langkah, Meneguhkan Kepedulian kepada Anak Yatim

Reporter Media RCM Banten 23 Views

 

Pandeglang ll mediarcm.com ll  Di tengah derasnya arus informasi yang kerap membelah perhatian publik, silaturahmi menjadi ruang yang mengingatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Pimpinan Redaksi Media detikPerkara, Kasman, menggelar silaturahmi lintas media bersama berbagai organisasi kewartawanan, aktivis, dan elemen masyarakat di Saung Jurnalis, Kampung Ranca Karya, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan insan media serta sejumlah organisasi, di antaranya Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) yang diwakili Jaka Somantri, serta wartawan dan aktivis yang tergabung dalam FORJA Banten yang diwakili Dedi, Epul, dan rekan-rekannya.

Turut hadir pula berbagai elemen masyarakat, di antaranya JAMP-Banten yang diwakili Sujana Akbar, BHH GIB di bawah kepemimpinan Heri Ruswandi bersama jajaran, serta Aktivis Sosial Independen (AKSI) yang dihadiri langsung oleh Presidium Tobi.

- Advertisement -

Tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antarsesama insan pers dan organisasi masyarakat, kegiatan tersebut juga diwujudkan dalam aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di sekitar kediaman Redaksi Media detikPerkara.

Rangkaian kegiatan diawali dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Junaedi. Dalam doanya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga ukhuwah, memperkuat persatuan, serta menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Kasman yang juga menjabat sebagai Ketua Jurnalis Banten Bersatu (JBB) mengatakan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan ukuran kepekaan nurani sebuah masyarakat. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari cara masyarakat memperlakukan mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Anak yatim piatu adalah mutiara peradaban. Mutiara tidak lahir di tempat yang mudah, melainkan melalui proses yang panjang. Demikian pula anak-anak yatim, mereka menyimpan potensi luar biasa yang harus dijaga, dibimbing, dan dimuliakan. Tugas kita bukan sekadar memberi santunan, tetapi menghadirkan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermartabat,” ujar Kasman.

Ia menambahkan bahwa silaturahmi lintas media bukan sekadar memperkuat hubungan profesional, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui pemberitaan yang objektif, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat.

“Media bukan hanya pena yang menuliskan fakta, tetapi juga hati yang menyalakan empati. Ketika insan pers bersatu dalam semangat kemanusiaan, maka informasi tidak hanya mencerdaskan publik, tetapi juga menguatkan nilai-nilai persaudaraan,” katanya.

Kasman berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara insan pers, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen bangsa dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Silaturahmi adalah investasi peradaban. Dari pertemuan lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh persaudaraan, dan dari persaudaraan lahir kekuatan untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan saling memuliakan,” tuturnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dialog yang terjalin di antara peserta mencerminkan semangat kolaborasi lintas organisasi yang dilandasi kesamaan tujuan, yakni memperkuat peran media dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman yang terus bergerak, nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh kehilangan tempat. Sebab, bangsa yang besar bukan hanya dikenang karena kemajuan yang dicapainya, melainkan karena kemampuannya menjaga empati, merawat persaudaraan, dan memuliakan setiap insan tanpa membedakan latar belakang maupun keadaan.

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *