Yayasan Bima Sakti & GIAT Gelar Sarasehan: Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Hilirisasi Budidaya Ikan di Karangrejo, kecamatan Boyolangu 

Reporter Iwan Yuliantoro 78 Views

TULUNGAGUNG,-Media RCM.com

Guna mendongkrak roda perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal, Yayasan Bima Sakti bersama Gerakan Integrasi Aktivis Pemuda (GIAT) menggelar acara Sarasehan dengan tema “Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Hilirisasi Budidaya Ikan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (18/5/2026).

​Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak, S.H., M.H., serta jajaran Camat Boyolangu dan Kepala Desa setempat.

​Fokus pada Nilai Tambah dan Hilirisasi
​Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang diinisiasi oleh Yayasan Bima Sakti dan GIAT. Menurutnya, sektor perikanan merupakan salah satu pilar penting ekonomi di Tulungagung, namun tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana meningkatkan nilai jual produk pasca-panen.

- Advertisement -

IMG 20260518 141325

​”Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak boleh hanya berhenti pada menjual ikan mentah atau segar. Masyarakat harus didorong untuk mampu mengolah hasil budidaya ikan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomis tinggi. Dengan begitu, kesejahteraan pembudidaya akan meningkat secara signifikan,” ujar Ahmad Baharudin.
​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan teknis. Mulai dari pemeliharaan, manajemen pakan, hingga inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

​Kolaborasi Demi Kemandirian Desa
​Sarasehan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah konsolidasi antara pemangku kebijakan (stakeholders), akademisi, aktivis, dan para pelaku usaha budidaya ikan lokal.

​Pihak Yayasan Bima Sakti dan GIAT menjelaskan bahwa pemilihan Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, didasarkan pada besarnya potensi kolam budidaya yang ada di wilayah tersebut.

Melalui program hilirisasi yang terintegrasi, diharapkan desa ini mampu menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lain dalam hal kemandirian ekonomi kerakyatan.

​Turut hadir dalam acara ini jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Boyolangu, para kepala desa lintas wilayah, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), serta tokoh masyarakat setempat.

Jalannya sarasehan berlangsung dinamis dengan adanya sesi tanya jawab interaktif mengenai solusi kendala modal, akses pasar, dan perizinan produk olahan makanan berbasis ikan.(iw)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *