Kota Pekalongan, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga pada tahun 2026. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat rumah tangga.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati mengatakan bahwa pemanfaatan pekarangan dengan tanaman pangan dan hortikultura produktif masih menjadi program yang terus digalakkan di tengah masyarakat. Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dari lingkungan rumah.
“Alhamdulillah, melihat kondisi saat ini transfer keuangan daerah yang minimalis, Dinas Pertanian dan Pangan juga terdampak sehingga anggaran untuk fasilitasi bibit serta sarana prasarana pemanfaatan pekarangan memang sangat terbatas. Namun program ini tetap ada dan masih berjalan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Dinperpa masih tetap memberikan fasilitasi kepada kelompok masyarakat, kelurahan maupun perorangan yang memiliki keinginan untuk mengoptimalkan pekarangan dengan tanaman pangan hortikultura.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman produktif di lingkungan rumah.
“Intinya program ini masih ada, hanya saja memang terbatas. Kami tetap memiliki komitmen dan kewajiban untuk meningkatkan ketahanan pangan mulai dari keluarga melalui tanaman pangan produktif,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan para penyuluh pertanian agar masyarakat mendapatkan edukasi yang tepat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek budidaya, mulai dari teknik penanaman yang baik, penanganan tanaman, pengelolaan lahan, hingga proses pascapanen.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi secara masif bersama para penyuluh agar masyarakat yang ingin memanfaatkan pekarangan dapat memperoleh edukasi mulai dari cara menanam yang baik, penanganan tanaman, pengelolaan hingga pascapanen,” imbuhnya. (adv)



