Lestarikan Budaya, Prosesi Jamasan Pusaka Tumbak Kiai Upas di Tulungagung Berlangsung Sakral

Reporter Iwan Yuliantoro 74 Views

TULUNGAGUNG,-Media RCM.com

Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama para tokoh adat kembali menggelar prosesi adat tahunan Jamasan Pusaka Tumbak Kiai Upas. Upacara ritual yang sarat akan nilai sejarah dan spiritual ini dilaksanakan di Gria Dalem Kajengan, Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (3/7/2026).
​Prosesi pencucian pusaka suci ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, jajaran jajaran Forkopimda, serta para sesepuh dan tokoh adat Tulungagung.

Kehadiran para tokoh ini menegaskan komitmen kuat daerah dalam menjaga sekaligus melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
​Prosesi yang Khidmat dan Sakral
​Sejak pagi hari, suasana di Gria Dalem Kajengan sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung ritual tahunan ini.

IMG 20260703 WA0012 2

- Advertisement -

Jamasan diawali dengan prosesi penyerahan air suci dari beberapa sumber mata air pilihan, yang kemudian digunakan untuk membersihkan (menjamas) Tumbak Kiai Upas-pusaka yang diyakini masyarakat Tulungagung memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi bagi keselamatan daerah.

​Para sesepuh adat dengan pakaian tradisional lengkap memimpin jalannya ritual dengan penuh khidmat. Wangi kemenyan dan ronce bunga melati menambah kesakralan jalannya penjamasan seiring doa-doa dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran warga Tulungagung.
​Simbol Pembersihan Diri dan Pelestarian Budaya
​Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung menyampaikan bahwa agenda jamasan ini bukan sekadar rutinitas seremonial belaka.

​”Jamasan Pusaka Tumbak Kiai Upas adalah simbol pembersihan diri, sekaligus pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersihan hati dan pikiran dalam membangun Tulungagung. Lebih dari itu, ini adalah warisan budaya takbenda yang wajib kita rawat agar identitas sejarah kita tidak luntur ditelan zaman,” ujarnya.

​Senada dengan hal tersebut, salah satu sesepuh Tulungagung yang hadir menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian pemerintah daerah dan generasi muda yang terus konsisten merawat tradisi ini. Menurutnya, Tumbak Kiai Upas adalah bagian tak terpisahkan dari cikal bakal dan perjalanan spiritual bumi Tulungagung.

​Dengan suksesnya gelaran ritual ini, diharapkan nilai-nilai luhur dan gotong royong yang terkandung di dalamnya dapat terus terpatri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tulungagung.(iw)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *