TULUNGAGUNG,-Media RCM.com
Dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berintegritas, Inspektorat Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis selama 2 hari. Yaitu pada Hari Rabu dan Kamis tanggal 1 – 2 Juni 2026. Fokusnya pada Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, Manajemen Risiko, IEPK, dan Fraud Risk Assessment.
Sosialisasi Fraud Control Plan (FCP) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Resiko Fraud pada Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Yang dilaksanakan pada Hari Rabu (1/7/2026). Soalaisasi Fraud Control Plan (FCP) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Resiko Fraud pada Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang diikuti sebanyak 106 orang peserta terdiri dari Sekretaris dan Asesor SPIP-T Tingkat Perangkat Daerah lingkup Pemkab Tulungagung.

Sedangkan pada hari Kamis (2 /7 / 2026). Acara
Evaluasi Penilaian Mandiri dan Penjaminan Kualitas SPIP-T serta Bimtek Pelaporan dan Monitoring Risiko Berkala Perangkat Daerah Tahun 2026 di Kabupaten Tulungagung.
Yang di ikuti 59 orang peserta terdiri dari Asesor SPIP-T Tingkat Pemerintah Daerah dan Asesor SPIP-T Tingkat Perangkat Daerah lingkup Pemkab Tulungagung.
Menurut Esty Purwantik, S.H., M.H.selaku Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar Perangkat Daerah yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan SPIP, manajemen risiko, serta upaya pencegahan fraud di lingkungan Pemerintah Daerah.
“Kegiatan ini menyasar Perangkat Daerah yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan SPIP, manejemen resiko, serta upaya pencegahan fraud di lingkungan Pemerintah Daerah,” ucapnya.
Masih menurut Esty, melalui bimtek ini, diharapkan perangkat daerah mampu mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko, termasuk risiko fraud, secara sistematis dan terdokumentasi.
“Harapan kami perangkat daerah mampu mengenditifikasi, menilai, dan mampu mengelola resiko, termasuk resiko fraud, secara sistematis dan terdokumentasi,” imbuh Esty.
Esty juga berujar penguatan SPIP dan manajemen risiko menjadi salah satu indikator dalam penilaian IEPK dan Maturity Level SPIP yang dilakukan APIP.
“Penguatan SPIP Terintegrasi, manajemen resiko, lingkungan pengendalian, dan Fraud Risk Assessment merupakan investasi penting dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah memiliki kemampuan untuk mengelola resiko, memperkuat pengendalian, serta mencegah potensi penyimpangan sejak dini, sehingga tujuan pembangunan daerah dapat tercapai secara lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ucap Esty Purwantik (iw)



