FORJA Banten Kawal Revitalisasi Situ Cikedal hingga Tuntas, Kontraktor Diingatkan Tak Abaikan Spesifikasi dan Mutu

Reporter Media RCM Banten 16 Views

 

PANDEGLANG ll mediarcm.com ll  Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA) Provinsi Banten menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi Situ Cikedal di Kabupaten Pandeglang, Banten. Proyek strategis yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp9,7 miliar tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung pelestarian lingkungan, konservasi sumber daya air, serta pengembangan sektor pariwisata daerah.

Revitalisasi Situ Cikedal yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 itu mencakup penataan kawasan sempadan danau alami seluas sekitar 11–12 hektare beserta pembangunan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya lintasan joging (jogging track), ruang terbuka publik, serta sarana pendukung lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik destinasi wisata.

Ketua Umum FORJA Banten, Niki Mulyana, menegaskan bahwa organisasinya mendukung penuh program pembangunan tersebut. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat, khususnya kontraktor pelaksana, agar menjalankan pekerjaan sesuai dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -

“Kami mendukung penuh penataan dan revitalisasi Situ Cikedal demi mendongkrak potensi wisata sekaligus menjaga fungsi konservasi air. Namun kami tegaskan kepada pihak kontraktor, jangan bekerja asal-asalan. Anggaran yang digunakan merupakan uang negara sehingga hasil pekerjaannya harus benar-benar berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Niki Mulyana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, kualitas konstruksi menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, mulai dari penggunaan material, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga penyelesaian akhir. Ia berharap seluruh fasilitas yang dibangun memiliki standar mutu yang baik sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Selain menyatakan dukungan, FORJA Banten juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana peran pers dalam mengawal pembangunan yang bersumber dari anggaran publik.

Niki menjelaskan bahwa FORJA akan menerjunkan tim jurnalis dan tim investigasi untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek di lapangan. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, gambar kerja, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Fungsi kontrol sosial dari media akan berjalan secara objektif. Apabila ditemukan indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, pengurangan volume, penggunaan material yang tidak memenuhi standar, maupun dugaan penyimpangan lainnya, tentu akan kami sampaikan melalui pemberitaan yang berimbang dan sesuai mekanisme yang berlaku. Apabila terdapat bukti adanya pelanggaran, hal tersebut juga dapat dilaporkan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Di lokasi terpisah, Dedi Supandi selaku Tim Investigasi FORJA Banten menyampaikan kesiapan pihaknya untuk ikut mengawal proses revitalisasi hingga proyek selesai dilaksanakan. Menurutnya, pengawasan merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan yang akuntabel, transparan, dan berkualitas.

“Kami siap mengawal proyek revitalisasi Situ Cikedal hingga selesai. Pengawasan ini dilakukan agar mutu pekerjaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta penggunaan material benar-benar sesuai dengan dokumen kontrak dan ketentuan yang berlaku. Tujuannya bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan hasil pembangunan berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dedi Supandi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang dibiayai oleh anggaran negara harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dedi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek dapat bekerja secara maksimal, menjaga integritas, serta mengutamakan kualitas sehingga revitalisasi Situ Cikedal benar-benar menjadi aset daerah yang membanggakan.

Melalui program revitalisasi tersebut, FORJA Banten berharap Destinasi Wisata Alam Situ Cikedal dapat berkembang menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Pandeglang. Penataan kawasan yang baik diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat fungsi konservasi lingkungan, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Dahu dan Desa Babakan Lor.

FORJA Banten juga menyatakan akan terus mendukung setiap program pembangunan pemerintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, dengan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen, profesional, serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.//red//tim

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *