Edu Ekowisata Degayu Hadirkan Wisata Edukatif Berbasis Kearifan Lokal

Reporter Redaksi 918 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Potensi kawasan pesisir Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongam terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga sarat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Edu ekowisata Degayu yang kini memasuki tahap akhir.

Lurah Degayu, Ahmad Iffan, mengatakan pembangunan destinasi tersebut telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menyelesaikan tahap finishing. Pembangunan yang dibiayai melalui kemitraan ini diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Harapannya ada pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata. Pengelolaannya nanti kami harapkan dilakukan oleh warga Kelurahan Degayu melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan Edu ekowisata Degayu, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, Edu Ekowisata Degayu menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kosong. Kini, kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep wisata edukasi yang mengenalkan kekayaan alam dan perjalanan perubahan lingkungan di wilayah Degayu.

- Advertisement -

Salah satu potensi yang diangkat adalah kawasan persawahan yang kini kembali produktif. Iffan menyebut, sekitar 24 hektare lahan persawahan di Degayu yang sebelumnya terdampak rob selama hampir satu dekade mulai kembali dimanfaatkan sejak 2024 setelah adanya pembangunan tanggul.

“Konsepnya edukasi. Masyarakat bisa melihat bahwa di Degayu banyak potensi yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Degayu, Indayah Dewi Tunggal, menjelaskan bahwa, Edu Ekowisata Degayu nantinya menawarkan sejumlah paket wisata edukatif. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan penanaman mangrove, susur sungai menggunakan perahu dengan pendamping, hingga mengenal konsep silvofishery, memancing, dan budidaya ikan.

Tak hanya mengandalkan potensi alam, kawasan tersebut juga akan memperkenalkan produk dan kuliner khas Degayu. Salah satunya sirup mangrove yang dibuat dari buah mangrove jenis kapidada yang tumbuh di kawasan setempat.

“Di sini kami membuat sirup mangrove sendiri dari buah mangrove jenis kapidada. Ini menjadi salah satu potensi yang bisa dipelajari sekaligus menjadi produk yang dapat dibeli pengunjung,” terang Indayah.

Selain sirup mangrove, pengunjung nantinya juga dapat menikmati kuliner khas seperti bebek rica-rica, sambel bandeng dan telur asin yang menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat Degayu.

Pembangunan Edu Ekowisata Degayu sendiri didanai dari Kemitraan Indonesia. Pembangunan fisik ditargetkan selesai sekitar pertengahan September 2026, sementara proses serah terima kepada Pemerintah Kota Pekalongan melalui perangkat daerah terkait ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

Setelahnya, pengelolaan diharapkan dapat dilakukan oleh Pokdarwis dengan pembinaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Dengan konsep tersebut, Edu Ekowisata Degayu diharapkan tidak sekadar menjadi destinasi baru, tetapi juga menjadi ruang belajar, pelestarian lingkungan, sekaligus wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal,”tukasnya. (adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *