BLITAR.MediaRCM.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Ngeni, Ranting Wonotirto, Cabang Blitar Pusat Madiun menggelar kegiatan Tasyakuran dan Pembekalan Warga Baru Tahun 2026 dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, dan semangat persaudaraan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam (7/7/2026) di Gedung Kesenian Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyambut para warga baru yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan resmi mengemban amanah sebagai warga PSHT.
Acara dihadiri jajaran pengurus ranting, pelatih, sesepuh, warga PSHT, serta keluarga besar PSHT yang turut memberikan doa dan dukungan kepada para warga baru. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi ajaran PSHT.
“Dalam sesi pembekalan, para warga baru diingatkan agar senantiasa menjunjung tinggi budi pekerti luhur, menjaga persaudaraan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menjadi warga PSHT, menurut para pembina, bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian untuk terus belajar, menjaga nama baik organisasi, dan mengamalkan ajaran Memayu Hayuning Bawana melalui sikap yang bijaksana, rendah hati, serta penuh tanggung jawab.
Para warga baru juga diharapkan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta menjadikan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan.
Wakil Ketua Ranting PSHT Wonotirto.
Bangit Wahyudi,Wakil Ketua Ranting Wonotirto menyampaikan harapannya agar seluruh warga baru tidak berhenti pada prosesi pengesahan semata.
“Kami berharap seluruh warga baru yang telah disahkan ini tidak hanya berhenti pada seremonial pengesahan, tetapi benar-benar mampu mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah warga yang membawa keteduhan, menjaga persaudaraan, serta mampu menjadi contoh yang baik di lingkungan masing-masing. Ingatlah bahwa gelar warga adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi, masyarakat, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Bangit juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan, tidak mudah terpecah oleh perbedaan, serta terus konsisten berlatih, bersikap rendah hati, dan siap membantu sesama tanpa pamrih.
“Harapan kami, ke depan warga baru ini bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga nama baik PSHT di tengah masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Sesepuh Ranting Wonotirto, Sukemi Edi Prayitno, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi warga PSHT merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan agar seluruh warga baru senantiasa memegang teguh ajaran organisasi, menjaga nama baik persaudaraan, serta terus meningkatkan kualitas diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Menurutnya, kekuatan seorang warga PSHT bukan hanya diukur dari kemampuan bela diri, tetapi juga dari akhlak, sikap rendah hati, serta kemampuannya menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tasyakuran dan pembekalan ini, diharapkan seluruh warga baru PSHT Rayon Ngeni, Ranting Wonotirto, Cabang Blitar Pusat Madiun dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berbudi luhur, berjiwa ksatria, serta senantiasa menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, PSHT Rayon Ngeni optimistis warga baru Tahun 2026 akan menjadi generasi penerus yang mampu menjaga marwah organisasi sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis Bas



