TULUNGAGUNG,-MediaRCM.com
Penataan parkir dan arus lalu lintas di kawasan Stasiun Kereta Api Tulungagung menuai kritik tajam dari masyarakat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung dinilai tidak becus dan terkesan melakukan pembiaran terhadap semrawutnya kendaraan yang memicu kemacetan panjang setiap harinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan paling parah terjadi di sepanjang jalan menuju arah utara stasiun. Kondisi ini diperburuk dengan parkir liar dan aktivitas antar-jemput penumpang yang memakan badan jalan, hingga menciptakan titik jenuh lalu lintas atau bottleneck.
Titik Kemacetan “Abadi”
Kemacetan ini bukan lagi fenomena baru, melainkan pemandangan rutin yang dirasakan pengguna jalan, terutama pada jam-jam kedatangan dan keberangkatan kereta api.
Beberapa poin utama yang dikeluhkan warga antara lain
Parkir Sembarangan Banyak kendaraan roda empat yang parkir hingga berlapis di bahu jalan, mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Kurangnya Personel Di saat jam sibuk, keberadaan petugas Dishub seringkali tidak terlihat di titik-titik krusial untuk mengatur arus.
Efek Domino ke Utara.
Antrean kendaraan dari depan stasiun mengular panjang ke arah utara, mengganggu akses warga lokal dan pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut.
Suara Masyarakat
Salah satu pengguna jalan, Aris (34), menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja otoritas terkait yang dianggap tidak tegas dalam menindak pelanggar parkir.
”Setiap hari lewat sini selalu macet total. Sepertinya Dishub tidak punya solusi konkret. Penataan parkirnya berantakan, tidak ada ketegasan. Kalau dibiarkan terus, ini sangat merugikan waktu kami,” ujar Aris dengan nada kesal.
Senada dengan Aris, beberapa warga setempat juga menyebut bahwa kemacetan ini berdampak pada polusi udara dan kebisingan yang meningkat tajam di area pemukiman dan pertokoan arah utara stasiun.
Desakan Evaluasi
Masyarakat mendesak agar Dishub Tulungagung segera melakukan evaluasi total terhadap sistem perparkiran di kawasan stasiun.
Tidak hanya sekadar menempatkan petugas secara situasional, namun juga diperlukan rekayasa lalu lintas yang lebih permanen dan efektif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah strategis yang akan diambil untuk mengurai benang kusut kemacetan di jantung kota Tulungagung tersebut.



