Sinergi Polri dan Pemkab Blitar, Jembatan Merah Putih Presisi Kini Dinikmati Warga

Reporter Basuki Blitar 9 Views
  1. Kota Blitar .Media RCM.com – Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Ringinanom, Desa Karanggondang, dan Desa Kebonagung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, resmi beroperasi pada Kamis (21/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo bersama Bupati Blitar Drs. Rijanto, M.M dalam rangka kegiatan Bakti Bhayangkara ke-80.

Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, pejabat utama Polres Blitar Kota, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang selama ini memanfaatkan jalur penghubung antar desa tersebut.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.

“Jembatan ini kami resmikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung akses transportasi dan konektivitas warga,” ujar Kalfaris.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Presisi yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk wilayah hukum Polres Blitar Kota, pembangunan dipusatkan di Desa Ringinanom karena akses tersebut dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan baru itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar.

- Advertisement -

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan umum maupun pusat aktivitas ekonomi karena jalurnya menjadi lebih dekat dan nyaman dilalui,” katanya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Blitar Kota atas kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” ujar Rijanto.

Ia mengungkapkan, sebelum dibangun secara permanen, akses penghubung antar desa tersebut sempat ambrol dan hanya diperbaiki secara swadaya oleh warga menggunakan sesek atau anyaman bambu.

Kondisi jembatan darurat tersebut dinilai cukup rawan karena kerap rusak akibat derasnya arus sungai dan material bambu yang mudah lapuk, sehingga hampir setiap tahun harus diperbaiki kembali.

Jembatan Merah Putih Presisi dibangun dengan bentang sepanjang sekitar 19,6 meter dan lebar 2,5 meter. Pembangunan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli konstruksi guna memastikan kualitas serta keamanan bangunan.(**)

Penulis Bas

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *