Inflasi Kota Tegal 0,14 Persen Terkecil Setelah Wonosobo Mei 2026

Reporter Redaksi 297 Views

Tegal, Media RCM.com – Berdasar rilis BRS BPS Kota Tegal, Mei 2026 terjadi inflasi year on year (tahun ke tahun) Kota Tegal sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,95, dan inflasi Bulanan 0,14 persen.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh (sebelas) indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,84 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,81 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,47 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,53 persen; kelompok transportasi sebesar 1,40 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,16 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,94 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,91 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,76 persen.

Tingkat inflasi month to month (bulan ke bulan) Kota Tegal bulan Mei 2026 sebesar 0,14 persen, adapun komoditas yang memberikan dominan andil inflasi month to month pada Mei 2026 antara lain, bawang merah, cabai merah, telepon seluler, kasur, cabai rawit, pelumas/oli mesin, pepaya, bensin, jeruk, minyak goreng, mie, semangka, lemari pakaian, sate, kain gorden, beras, ketimun, bubur, ban luar motor, tomat, tarif bidan, karpet, dan ikan kembung/ikan banyar.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi month to month pada Mei 2026, antara lain, telur ayam ras, emas perhiasan, daging ayam ras, bawang putih, udang basah, gula pasir, anggur, pembersih lantai, dan bayam.

- Advertisement -

Andil inflasi bulan Mei 2026 berdasarkan kelompok pengeluaran masyarakat, terbesar pada kelompok pengeluaran Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga dengan besaran inflasi sebesar 1,03 persen, kemudian kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan dengan nilai inflasi 0,62 persen, kemudian kelompok dengan inflasi terbesar ketiga yaitu kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki dengan nilai inflasi 0,32 persen.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau pada Mei 2026 Kota Tegal mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,84 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,01 pada Meil 2025 menjadi 120,58 pada Mei 2026. Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu: bawang merah sebesar 0,07 persen; cabai merah sebesar 0,06 persen; cabai rawit dan pepaya memberikan andil yang relatif sama yaitu sebesar 0,02 persen; jeruk, minyak goreng, semangka, beras, ketimun, tomat, dan ikan kembung/ikan banyar juga memiliki andil yang relatif sama sebesar 0,01 persen.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m yaitu: telur ayam ras sebesar 0,09 persen; daging ayam ras sebesar 0,07 persen; bawang putih, udang basah, gula pasir, anggur, dan bayam memiliki andil yang relatif sama yaitu sebesar 0,01 persen.

Kelompok Pakaian dan Alas Kaki pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,81 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,42 pada Mei 2025 menjadi 103,25 pada Mei 2026. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m- to-m sebesar 0,01 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,64 pada Mei 2025 menjadi 103,70 pada Mei 2026. Satu dari empat subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 1,17 persen. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m mendekati 0 persen.

Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,47 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 101,70 pada Mei 2025 menjadi 103,19 pada Mei 2026. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m- to-m sebesar 0,05 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m yaitu: kasur sebesar 0,02 persen; lemari pakaian, kain gorden, dan karpet memiliki andil yang relatif sama yaitu sebesar 0,01 persen Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m yaitu: pembersih lantai sebesar 0,01 persen.

Kelompok Kesehatan pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,53 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,44 pada Mei 2025 menjadi 116,31 pada Mei 2026. Seluruh subkelompok pada kelompok kesehatan ini mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok jasa rawat inap sebesar 4,26 persen dan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu subkelompok jasa kesehatan lainnya sebesar 1,79 persen.

Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil inflasi m-to-m sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil yaitu: tarif bidan sebesar 0,01 persen

Kelompok Transportasi pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 110,18 di Mei 2025 menjadi 111,72 di Mei 2026, tiga dari empat subkelompok pada kelompok transportasi ini mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok pembelian kendaraan sebesar 1,81 persen, subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 1,03 persen, dan subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 1,83 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa pengiriman barang relatif tidak mengalami perubahan. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu: angkutan antar kota sebesar 0,04 persen; dan tarif kendaraan travel sebesar 0,01 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m yaitu: pelumas/oli mesin dan bensin memiliki andil yang relatif sama sebesar 0,02 persen; dan ban luar motor memiliki andil sebesar 0,01 persen.

Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 97,79 pada Mei 2025 menjadi 99,90 pada Mei 2026.

Dua dari tiga subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 8,46 persen dan terendah pada subkelompok jasa keuangan sebesar 0,54 persen. Sementara subkelompok layanan informasi dan komunikasi relatif stabil tidak mengalami perubahan. Sementara kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to- m sebesar 0,04 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to- m, yaitu: telepon seluler sebesar 0,03 persen.
Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,11 pada Mei 2025 menjadi 102,16 pada Mei 2026. Meski demikian, kelompok ini pada Mei 2026 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi baik secara y-on-y maupun m-to-m secara signifikan.
Kelompok Pendidikan pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,94 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,56 pada Mei 2025 menjadi 114,84 pada Mei 2026. Sementara secara m-to-m, kelompok ini pada Mei 2026 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi yang signifikan.

Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran pada Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,91 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,20 pada Mei 2025 menjadi 107,21 pada Mei 2026. Kelompok ini pada Mei 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil yaitu: mie, sate, dan bubur memiliki andil yang relatif sama sebesar 0,01 persen.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya Mei 2026 mengalami inflasi y-on-y sebesar 8,76 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 117,67 pada Mei 2025 menjadi 127,98 pada Mei 2026. Pada Mei 2026 kelompok ini memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m 0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu emas perhiasan 0,08 persen.

Berdasarkan Kota Inflasi di Jawa Tengah Kota Tegal mengalami Inflasi terendah setelah Wonosobo yang mengalami inflasi 0,12 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Cilacap (0,31%), diikuti Wonogiri 0,30 persen dan Purwokerto 0,28 persen.

Kabupaten Wonosobo mencatat inflasi terendah 0,12 persen di antara daerah yang masih mengalami inflasi. Hal ini menunjukkan stabilitas harga yang lebih baik dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota IHK di Jawa Tengah.

Kudus dan Kota Surakarta mengalami deflasi sebesar 0,31 persen, mengindikasikan adanya penurunan harga secara umum pada bulan tersebut.

Kota Semarang 0,16 persen dan Kota Tegal 0,14 persen juga mencatat inflasi yang lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah. Secara keseluruhan, Jawa Tengah 0,23 persen masih berada di bawah inflasi nasional 0,28 persen, sehingga perkembangan harga di provinsi ini relatif lebih terkendali.

Tekanan inflasi Jawa Tengah pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta minyak goreng.

(Penulis: Harimurti, S.S.T., M.M.-Ahli Badan Pusat Statistik)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *