Proyek Ruas Jalan Yang Dikerjakan Oleh CV. Putra Chibisoro Diduga Dalam Pelaksanaan Asjad!!

Reporter Syamsul Bahri 44 Views

 

Pandeglang,mediarcm.com- Berdasarkan pantauan awak media pelaksanaan proyek beton di Ruas jalan pasar Rancanseneng – Lewimuja oleh CV. Putra Chibisoro dengan nilai anggaran 8,816 milyar lebih yang bersumber dari DPUPR Pandeglang tak menggunakan alat pemadatan atau Vibrator beton.

Padahal alat Vibrator beton itu sangat penting dilakukan agar tidak terjadi keropos dalam beton, menurut Nasrullah pelaksanaan proyek beton ini diduga kuat dikerjakan Asal jadi.

– Advertisement –

“Menurut saya kuat dugaan pelaksanaan proyek ini Asal – asalan, padahal kalau melihat anggaran cukup besar, Di lihat pada saat pengecoran tidak menggunakan Vibrator, alas plastik coran tidak full menutup badan jalan, bahkan kalau di lihat secara kasat mata lantai cor (LC) diduga tidak merata atau bergelombang, ” papar Nasrullah dari salah satu tim Investigasi dari anggota MOI DPC Pandeglang, Kamis (26/5/2024).

Sementara di lokasi proyek, salah satu pekerja mengatakan bahwa betonisasi yang tengah di kerjakan baru terpasang Kurang lebih 200 M.menggunakan FC-20 mpa dan FS-45 dari dua perusahaan betonisasi yang ada di Pandeglang.

- Advertisement -

“Kanan kiri 50 cm menggunakan FC-20 MPA dari perusahaan sadulur beton, dan untuk badan jalan 4 meter dari perusahaan cipta beton menggunakan FS-45, ” Kata nya.

Masih di lokasi yang sama, awak media mengkonfirmasi, candra selaku Konsulatan pengawas proyek tersebut, dia mengamini bahwa tidak menggunakan alat Vibrator pada saat pengecoran.

“Tadi hasil slumpnya bagus atau sudah sesuai, dan saya sudah sarankan untuk gunakan Vibrator beton dalam pengecoran, ” Kata nya

Namun pada saat ditanya alat Vibrator beton, Candra mengadakan ada tapi tak memperlihatkan jenis alat Vibrator.

“Ada alat Vibratornya tapi silakan konfirmasi ke pelaksana lapangan yang berinisial (OW)” tukasnya.

Sementara itu, hingga berita ini Di terbitkan awak media belu mendapatkan keterangan dari pelaksana yang inisial (OW) lantaran tidak ada di lokasi proyek pada saat pengecoran beton.(Tim/SB)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *