BLITAR.MediaRCM.com – Sebanyak 162 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Wonotirto, Cabang Blitar, Pusat Madiun, mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari sabuk jambon ke hijau di lapangan Dusun Sumberglagah, Desa Ngeni, Minggu (18/10/2026).
Ketua PSHT Ranting Wonotirto, Mas Kateno, dalam sambutannya berpesan agar para siswa senantiasa meningkatkan kedisiplinan, menjaga sikap, serta mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kenaikan sabuk bukan sekadar perubahan warna, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Mas Kateno juga mengingatkan para siswa untuk tekun berlatih, menghormati orang tua dan pelatih, menjaga persaudaraan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur PSHT, yakni berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Blitar, Kang mas Ibnu Sudibyo, mengapresiasi pelaksanaan UKT tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi tahapan dalam proses latihan, tetapi juga sarana evaluasi diri dan pembentukan karakter para siswa.
“Momentum ini bukan sekadar tes kenaikan sabuk, tetapi juga kesempatan bagi para siswa untuk mengevaluasi diri,” ujar Kang mas Ibnu Sudibyo.

Ia menambahkan, UKT juga menjadi sarana pembelajaran budi pekerti luhur, etika, dan teknik pencak silat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kang mas Ibnu berharap, para siswa PSHT mampu menjaga nama baik organisasi, memiliki sikap rendah hati, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ia juga menegaskan bahwa PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dengan tujuan membentuk manusia berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di sisi keamanan, Bhabinkamtibmas Desa Ngeni, Imam Sofi, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan situasi tetap terkendali.
“Alhamdulillah, kegiatan kenaikan tingkat sabuk dari teman-teman PSHT berjalan lancar. Situasi juga masih terkendali, sesuai harapan Polsek Wonotirto,” ungkapnya.
Imam berharap Kecamatan Wonotirto dapat menjadi salah satu ikon kegiatan PSHT yang positif. Ia juga mengimbau seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban saat meninggalkan lokasi kegiatan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga memperkuat karakter, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjadi pribadi yang berakhlak baik dan bermanfaat bagi masyarakat.(**)
Penulis Bas






