BANGKALAN ll mediarcm.com- Korban kecelakaan tunggal yang merupakan keluarga berinisial H, mengaku kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Keluarga menilai keterlambatan proses pengantaran dan rujukan pasien ke RSUD Syarifah Ambnai Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan diduga kurang respect terhadap pasien yang darurat. Persoalan tersebut mencuat setelah keluarga pasien mengaku mengalami kesulitan saat proses rujukan. Menurut keterangan keluarga, pasien membutuhkan penanganan medis lebih lanjut dan seharusnya segera mendapatkan rujukan ke RSUD SYAMRABU.
Keluarga menyebut proses pengantaran pasien menggunakan ambulans diduga terkendala persoalan administrasi dan pembayaran. Padahal, pihak keluarga mengaku telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab terhadap kewajiban administrasi yang masih belum terselesaikan.
Karena proses pengantaran pasien tidak kunjung dilakukan, keluarga akhirnya mencari kendaraan angkutan umum untuk membawa pasien menuju rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Forum Pemuda Bangkalan. Keluarga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dan pihak Puskesmas Labang dapat memberikan perhatian serius serta melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan dan proses rujukan pasien, khususnya bagi korban kecelakaan atau pasien yang membutuhkan penanganan medis secara darurat.
“Pasien kecelakaan membutuhkan pertolongan dan kepastian rujukan dengan cepat. Jangan sampai persoalan administrasi justru membuat proses penanganan menjadi lambat,” ungkap pihak keluarga. Rabu (09/9/2026)
Pihak keluarga juga mengaku telah menghubungi Kepala Puskesmas Labang untuk menyampaikan persoalan yang terjadi, termasuk mengenai administrasi pasien.
Keluarga menyampaikan bahwa telah terdapat pihak yang bersedia bertanggung jawab apabila masih terdapat biaya administrasi pasien yang belum terselesaikan. Atas dasar tersebut, keluarga berharap persoalan administrasi tidak menjadi hambatan dalam proses penanganan pasien untuk mendapatkan proses lanjutan.
Menurut keluarga, pasien yang merupakan korban kecelakaan membutuhkan penanganan secara cepat sehingga proses pelayanan dan rujukan semestinya dapat berjalan sesuai prosedur serta mempertimbangkan kondisi medis pasien.
Keluarga kemudian meminta agar Puskesmas Labang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan, dalam kasus tersebut. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan mekanisme penanganan pasien kecelakaan dan proses rujukan berjalan secara cepat, tepat, manusiawi, serta sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan di setiap puskesmas, tanpa harus mengedepankan administrasi jika sudah ada yang bertanggung jawab, imbuh keluarga pasien.
-Garabs



