TULUNGAGUNG,-Media RCM.com
Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen mengurai permasalahan sampah dari hulunya. Pada Jumat (5/6/2026), digelar acara Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber yang berlangsung di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Acara ini dihadiri langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, serta seluruh Camat se-Kabupaten Tulungagung.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin memberikan wacana yang sangat sinergi dan edukatif kepada masyarakat Kepatihan. Beliau menekankan bahwa urusan sampah bukan lagi sekadar membuang pada tempatnya, melainkan bagaimana memilahnya sejak dari rumah tangga.

brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.085185185, 0.90555555);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
Sinergi Pengelolaan Sampah dari Rumah
Ahmad Baharudin memaparkan konsep pengelolaan sampah mandiri yang mengintegrasikan peran aktif masyarakat, pemerintah kelurahan, hingga tingkat kecamatan. Wacana sinergi ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
”Sampah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jika warga Kepatihan dan seluruh masyarakat Tulungagung sudah bisa memilah antara sampah organik dan anorganik dari dapur masing-masing, kita sudah menyelesaikan 50% masalah sampah di daerah kita,” ujar Ahmad Baharudin di hadapan para warga dan undangan.
Kehadiran Camat Se-Kabupaten Komitmen Replikasi Program
Kehadiran seluruh Camat se-Kabupaten Tulungagung dalam acara ini bukan tanpa alasan. Kehadiran mereka merupakan instruksi langsung agar program pemilahan sampah dari sumber ini tidak hanya berhenti di Kelurahan Kepatihan, melainkan doreplikasi di seluruh kecamatan yang ada di Tulungagung.
Berikut adalah poin-poin utama sinergi yang ditekankan dalam gerakan ini,
Pemilahan Sejak Dini: Masyarakat diajak memisahkan sampah organik (sisa makanan, dedaunan) dan anorganik (plastik, botol, kertas).
Pemberdayaan Bank Sampah: Mengoptimalkan peran Bank Sampah di tingkat RT/RW agar sampah anorganik bernilai ekonomis bisa tersalurkan dengan baik.
Peran Camat dan Kepala Desa Camat diinstruksikan untuk mengawal dan memonitor gerakan ini di wilayahnya masing-masing secara berkala.
Respon Positif Masyarakat Kepatihan
Warga Kelurahan Kepatihan menyambut baik wacana dan arahan yang disampaikan oleh Plt Bupati. Gerakan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomis terkesan dari pengelolaan sampah yang benar.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, jajaran camat, dan pemerintah daerah, Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber ini diharapkan mampu menjadi titik balik Tulungagung menuju Zero Waste District.(iw)



