Blitar.MediaRCM.com – Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam selama musim penghujan.
Ajakan tersebut disampaikan pada Jumat (6/11/2026) menyikapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada akhir tahun, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Supriadi mengatakan, salah satu langkah persiapan dilakukan melalui Apel Siaga Tanggap Bencana yang diikutinya pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Apel siaga itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan, hingga masyarakat.
Menurut Supriadi, keterlibatan berbagai instansi tersebut penting untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Karena itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antar instansi agar penanganannya bisa berjalan cepat, tepat, dan terpadu,” ujarnya.
Ia berharap, melalui apel siaga tersebut, setiap instansi semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika terjadi bencana.
Selain kesiapan personel, Supriadi juga menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bergerak cepat ketika terjadi kondisi darurat.
Supriadi mengingatkan, agar kesiapsiagaan yang telah dibangun tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.
“Dengan kesiapan dan koordinasi yang baik, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal sehingga risiko dan dampaknya bagi masyarakat bisa diminimalkan,” pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, DPRD Kabupaten Blitar juga mendorong seluruh instansi terkait untuk terus meningkatkan kesiapan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting guna melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan kerugian akibat bencana alam.
Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, relawan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga, terutama selama musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.(Adv)
Penulis Bas






