Ratusan Calon Manajer KDMP di Blitar Menunggu Penempatan, Sebagian Telanjur Tinggalkan Pekerjaan

Reporter Basuki Blitar 29 Views

BLITAR.MediaRCM.com – Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten dan Kota Blitar masih menunggu kepastian penempatan setelah menyelesaikan program pendidikan calon manajer, termasuk pelatihan dasar militer.

Sebagian dari mereka bahkan telah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya setelah dinyatakan lolos seleksi pada Mei 2026. Kini, lebih dari sebulan setelah menyelesaikan pendidikan, mereka belum juga mendapatkan surat keputusan (SK) penempatan untuk mulai bekerja.

Perwakilan calon manajer KDMP yang pernah didapuk sebagai koordinator Blitar Raya, Mada Nova Nur Khalifah, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlah seluruh calon manajer KDMP di Kabupaten dan Kota Blitar.

Namun, berdasarkan anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 350 orang.

- Advertisement -

“Jumlah calon manajer di Blitar ini pastinya saya tidak tahu. Tapi yang ada di grup (WhatsApp) ada sekitar 350,” ujar Mada kepada Kamis (17/9/2026).

Menurut Mada, sekitar 50 hingga 60 persen calon manajer tersebut sebelumnya telah memiliki pekerjaan tetap. Mereka kemudian memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi dan memutuskan menjadi calon manajer KDMP.

“Perkiraan saya, 50-60 persen dari kami sebelumnya sudah memiliki pekerjaan tetap. Kemudian resign, memilih jadi manajer KDMP. Termasuk saya,” kata sarjana teknik sipil yang lulus pada 2019 tersebut.

Sudah meninggalkan pekerjaan sejak tiga bulan lalu
Mada mengatakan sebagian besar calon manajer KDMP di Blitar telah berkeluarga.

Kondisi tersebut membuat mereka memiliki tanggungan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Karena itu, kepastian penempatan menjadi hal yang mereka tunggu. Dengan adanya SK, para calon manajer berharap dapat segera mulai bekerja dan memperoleh penghasilan.

Para calon manajer sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Pendidikan tersebut berlangsung sekitar 1,5 bulan, mulai 14 Juni hingga 30 Juli 2026.

Jika dihitung sejak dinyatakan lolos seleksi, sebagian calon manajer telah meninggalkan pekerjaan tetap mereka selama sekitar tiga bulan. Sementara jika dihitung sejak pendidikan berakhir, mereka telah lebih dari 1,5 bulan menunggu tanpa kepastian pekerjaan.

“Teman-teman ini sampai sekarang masih sabar menunggu, Ibarat pepatah Jawa,” Nasi sudah menjadi bubur.” ujar Mada.

Selain mereka yang sebelumnya telah bekerja, para calon manajer KDMP di Blitar juga berasal dari kalangan fresh graduate dan pekerja sektor informal.

Mada menyebut ada calon manajer yang baru lulus kuliah dan berusia sekitar 22 hingga 23 tahun. Ada pula calon manajer yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari pekerjaan di sektor informal.

Pernah dijanjikan mulai bekerja pada Agustus

Ketidakpastian penempatan tersebut semakin dirasakan setelah para calon manajer sebelumnya memperoleh informasi bahwa penugasan akan dimulai pada Agustus 2026.

Mada mengatakan informasi tersebut disampaikan saat mereka masih mengikuti pendidikan calon manajer KDMP. Menurut dia, ketika itu terdapat pengumuman dari Agrinas bahwa penugasan para calon manajer akan dimulai pada Agustus.

Namun, hingga Agustus berlalu, para calon manajer belum mendapatkan kepastian mengenai jadwal penempatan maupun SK yang menjadi dasar mereka mulai bekerja.

“Ketika sedang mengikuti pendidikan, kami pernah mendapatkan pengumuman dari Agrinas bahwa penugasan sebagai manajer akan dimulai bulan Agustus,” kata Mada.

Setelah pendidikan selesai dan Agustus terlewati, para calon manajer masih harus menunggu kepastian.

Mada mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan para calon manajer masih memilih bertahan dan menunggu penempatan.
Dia menduga besaran penghasilan yang ditawarkan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka tetap menunggu.

“Namun, bagi Mada, ada alasan lain yang membuat dirinya tetap berharap program tersebut berjalan.

Sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dia mengatakan cita-cita pemerataan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan yang dibawa melalui program KDMP menjadi salah satu motivasi untuk tetap bertahan.

Puluhan KDMP di Blitar mulai berusaha
Di Kabupaten dan Kota Blitar terdapat 269 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 hingga 90 KDMP disebut telah mulai menjalankan kegiatan usaha.

Salah satu kegiatan usaha yang telah berjalan adalah penjualan berbagai kebutuhan sehari-hari melalui gerai koperasi.
Namun, di tengah mulai berjalannya sebagian koperasi tersebut, para calon manajer yang telah menyelesaikan pendidikan masih menunggu kepastian penempatan.

Mada berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai status dan jadwal penempatan para calon manajer KDMP, terutama bagi mereka yang telah meninggalkan pekerjaan sebelumnya.

Menurut dia, kepastian tersebut dibutuhkan agar para calon manajer dapat menentukan langkah berikutnya setelah menjalani seluruh rangkaian seleksi dan pendidikan.(**)

Penulis Bas

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *