Kota Pekalongan, Media RCM.com — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti terus mendorong budaya literasi melalui penggalian sejarah dan potensi lokal Kota Pekalongan melalui kegiatan “Focus Group Discussion (FGD) : Pekalongan Lima Sore Membaca Jejak Pekalongan dalam Puisi Taufik Ismail” yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan (Guest House) Jalan Bahagia Kota Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Ketua TBM Dimurti, Sri Widiati, menyampaikan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) buku Pekalongan 5 Sore menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya yang merekam perjalanan dan kekayaan sejarah Kota Pekalongan.
Penulis buku sekaligus narasumber FGD, M. Dirhamsyah, menjelaskan bahwa Pekalongan 5 Sore terinspirasi dari puisi karya sastrawan nasional, Taufik Ismail yang pernah tinggal di Pekalongan.
“Buku tersebut mencoba mengulik dokumentasi dan berbagai peristiwa di Pekalongan pada era 1960-an, mulai dari dinamika sosial dan politik, kehidupan multikultur, kuliner, perdagangan batik, hingga perkembangan sepak bola,”ucap Dirhamsyah.
Menurut Dirhamsyah, Pekalongan pada masa itu memiliki geliat perdagangan yang kuat, khususnya di kawasan Kampung Arab yang menjadi salah satu pusat perdagangan dan turut menggambarkan kejayaan industri tekstil dan batik. Sejumlah bangunan, aktivitas perdagangan, serta kehidupan masyarakat masa lalu turut diangkat agar tidak hilang dari ingatan generasi sekarang.
“Pekalongan 5 Sore” juga mengulas Pekalongan sebagai kota yang melahirkan dan menjadi tempat berkarya sejumlah sastrawan serta tokoh penting, kondisi pasar, pelabuhan, jalur Pantura, hingga karakter masyarakat pesisir yang menjadikan Pekalongan berkembang sebagai kota yang kosmopolitan,”bebernya.
Kabid Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Mahfud, mengapresiasi rangkaian kegiatan TBM Dimurti yang didukung Balai Bahasa. Ia menegaskan, FGD tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk menciptakan karya, menggali informasi tentang Kota Pekalongan, sekaligus meningkatkan minat baca.
Sementara itu, salah satu peserta FGD sekaligus Kabag Prokompim Kota Pekalongan, Tubagus M.Sadaruddin mengapresiasi karya M. Dirhamsyah yang berangkat dari puisi Taufik Ismail. Menurutnya, satu karya puisi dapat dikembangkan menjadi beragam perspektif dan wawasan mengenai Pekalongan pada masa lalu.
“Kami berharap buku Pekalongan 5 Sore dapat menambah khazanah literasi sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi saat ini untuk memahami perjalanan Kota Pekalongan. Karya tersebut juga diharapkan segera disempurnakan dan diterbitkan sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas,”pungkasnya. (adv)



