Wali Kota Aaf Beri Arahan di Pelatihan Teknis Manajemen Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Reporter Redaksi 807 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan peran aktif aparatur pemerintahan hingga tingkat kewilayahan. Camat dan lurah sebagai ujung tombak pemerintahan diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang responsif, inovatif, serta memberikan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat. Hal tersebut ditekankan Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid saat memberikan arahan dalam kegiatan Pelatihan Teknis Manajemen Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Asrama Muria BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Mas Aaf itu didampingi Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Rusmani Budiharjo. Ia menyampaikan, camat dan lurah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat serta memahami kondisi dan persoalan di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, mereka dituntut mampu membangun komunikasi yang baik, mendengarkan aspirasi warga, serta merespons berbagai permasalahan secara cepat dan tepat.

“Camat dan lurah ini merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, saya berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. Jangan hanya terpaku pada rutinitas dan urusan administratif, tetapi bagaimana kita bisa hadir, mendengar, serta memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para camat dan lurah lebih proaktif dalam menjalankan tugas dengan turun langsung ke lapangan, sehingga dapat mengetahui kondisi masyarakat secara nyata. Menurutnya, keterbatasan anggaran maupun sumber daya manusia (SDM) bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, melainkan perlu disikapi dengan kreativitas dan kemampuan mencari alternatif solusi.

- Advertisement -

“Jangan selalu menunggu laporan atau instruksi, tetapi harus proaktif turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi masyarakat. Keterbatasan anggaran maupun SDM jangan menjadi alasan untuk tidak berinovasi. Justru kita harus semakin kreatif mencari solusi agar pelayanan publik semakin baik dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mas Aaf berharap, camat dan lurah dapat memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, tokoh agama, pemuda hingga organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung penyelesaian persoalan kewilayahan sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Lanjutnya, melalui peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan kepemimpinan di tingkat wilayah, ia berharap pelayanan publik semakin mudah diakses, cepat, dan berkualitas.

“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Kota Pekalongan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan berlandaskan Akhlaqul Karimah, dengan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,”tukasnya. (adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *