Sampai Juli 2026 Ekspor Indonesia Surplus 3,69 Miliar US Dollar

Reporter Redaksi 588 Views

Nasional, Media RCM.com – Tahun 2026 Indonesia mengawali ekspor dengan nilai sebesar US Dollar (USD) 22, 16 miliar dan Impor USD 21,20 miliar dan mengalami surplus sebesar USD 0,95 Miliar. Kemudian pada bulan Februari 2026 Indonesia mengalami surplus sebesar USD 1,27 Miliar. Puncak surplus terjadi pada bulan Maret 2026 dengan nilai sebesar USD 3,32 miliar. Total surplus perdagangan Indonesia dengan Luar Negeri sebesar USD 3,69 Miliar.

Secara rinci nilai ekspor dan impor Indonesia selama Januari 2026 sampai dengan Juli 2026 yaitu nilai ekspor naik dari sekitar USD 22,16 miliar (Januari) menjadi USD 26,22 miliar (Juli), atau sekitar 18,3%. Nilai tertinggi terjadi pada Juli (USD 26,22 miliar) dan yang terendah pada Januari (USD 22,16 miliar). Nilai impor Januari 2026 sampai dengan Juli 2026 naik dari sekitar USD 21,20 miliar (Januari) menjadi USD 26,09 miliar (Juli), atau sekitar 23,1%. Nilai terendah terjadi pada Maret (USD 19,21 miliar) dan tertinggi pada Juli (USD 26,09 miliar).

Berat ekspor pada Januari 2026 sampai dengan Juli 2026 relatif stabil di kisaran 52,6 miliar Kg sampai 56,5 miliar Kg. Titik terendahnya pada Februari (52,61 miliar Kg) dan tertingginya pada Juni (55,41 miliar Kg). Berat impor cenderung naik dari 19,65 miliar Kg (Januari) ke 25,97 miliar Kg (Juli). Puncaknya pada April (26,40 miliar Kg).
Neraca perdagangan Indonesia dari Januari 2026 sampai dengan Juli 2026 yaitu Januari 2026 surplus 0,95 miliar US Dollar, Februari 2026 surplus 1,27 miliar US Dollar, Maret 2026 surplus 3,32 miliar US Dollar, April 2026 surplus 0,09 miliar US Dollar, Mei 2026 defisit 1,61 miliar US Dollar, Juni 2026 defisit 0,45 miliar US Dollar, dan Juli 2026 kembali surplus sebesar 0,12 miliar US Dollar.

Nilai ekspor dan impor sama-sama meningkat, dan keduanya melonjak tajam pada April 2026. Kenaikan impor lebih cepat daripada ekspor, sehingga surplus perdagangan menyempit dari Maret 2026 ke bulan-bulan berikutnya. Berat ekspor jauh lebih besar daripada berat impor, tetapi nilai keduanya hampir sebanding. Ini menunjukkan ekspor Indonesia didominasi barang bernilai per kilogram lebih rendah (misalnya komoditas), sedangkan impor berupa barang bernilai per kilogram lebih tinggi.

- Advertisement -

Peluang ekspor Indonesia terbuka luas dan membawa kemajuan Segala sektor di Indonesia. Ekonomi bergerak membawa masyarakat sejahtera dan Indonesia Besar.

(Ditulis: Harimurti, S.S.T., M.M.-Ahli BPS)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *