TULUNGAGUNG,-MediaRCM.com
Jejak peninggalan sejarah kembali terkuak di wilayah Kabupaten Tulungagung. Kompleks struktur batu bata kuno yang diperkirakan berasal dari era 1850-an ditemukan di kawasan Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut.
Penemuan yang berlangsung secara bertahap sejak tahun 2016 ini kini menjadi salah satu objek penelitian arkeologis penting di Jawa Timur.
Rangkaian penataan dan penyelamatan cagar budaya ini mencakup dinamika penanganan selama sepuluh tahun terakhir:
kronologi Penanganan dan Penyelamatan Site
2016 – Laporan Awal Masyarakat
Penemuan berawal dari laporan warga setempat yang tidak sengaja menemukan sebaran batu bata berukuran besar saat beraktivitas di lahan perkebunan.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke dinas terkait untuk menindaklanjuti potensi situs sejarah di kawasan Desa pulotondo kecamatan ngunut Tulungagung.

2018- Ekskavasi dan Evakuasi Arkeologis
Balai Arkeologi (Balar) turun tangan melakukan ekskavasi penyelamatan (rescue excavation). Dari hasil penggalian, tim menemukan sejumlah artefak penting, di antaranya:
Batu Ambang Pintu -Memiliki relief artistik yang mengindikasikan pintu masuk struktur bangunan utama.
Sumur Jobong – Struktur sumur berbahan tanah liat terbakarnya yang khas digunakan pada permukiman era klasik hingga transisi.
Kemuncak – Bagian atap/puncak bangunan yang memperkuat dugaan adanya bangunan suci atau pemukiman penting di lokasi tersebut.
Demi keamanan dan kelestarian dari ancaman kerusakan maupun penjarahan, seluruh benda cagar budaya tersebut kini diselamatkan dan dipajang di Museum Daerah Tulungagung.
2026 – Penelitian Kolaboratif Lintas Lembaga
Memasuki tahun 2026, penelitian lanjutan kembali digulirkan secara terpadu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini berfokus pada penentuan batas situs (delineasi), analisis penanggalan karbon, serta interpretasi tata ruang kawasan desa pulotondo kecamatan ngunut pada abad ke-19.
Penelitian kolaboratif ini diharapkan mampu memetakan secara utuh fungsi kawasan sejarah yang ad di Desa Pulotondo Kec.Ngunut tersebut dalam konstelasi sejarah regional Tulungagung, sekaligus memperkaya koleksi literasi sejarah lokal bagi masyarakat luas.(iw)



