TULUNGAGUNG,-Media RCM.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pertanian terus meneguhkan komitmennya dalam mendukung produktivitas petani, khususnya untuk meningkatkan produksi padi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada enam kelompok tani di Kabupaten Tulungagung.
Penyerahan bantuan alsintan tersebut dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, SM., MM., didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian, Makrus Manan, Rabu, (14/10/2026) pagi.
Adapun bantuan yang diserahkan berupa dua unit traktor roda dua (R2) singkal dan empat unit cultivator. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan petani, mempercepat pengolahan lahan, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pertanian.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengungkapkan bahwa bantuan alsintan tersebut bersumber dari program pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang telah menyalurkan bantuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat Tulungagung, khususnya di sektor pertanian.
“Terima kasih kepada teman-teman anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang sudah menyalurkan pokirnya untuk masyarakat Tulungagung. Khusus hari ini, bantuan yang disalurkan berupa alat dan mesin pertanian,” ungkapnya.
Ahmad Baharudin berpesan, kepada seluruh kelompok tani penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya. Ia juga mengingatkan bahwa alsintan yang telah diberikan tidak boleh dipindahtangankan maupun diperjualbelikan.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah. Oleh karena itu, penggunaannya harus benar-benar memberikan manfaat bagi anggota kelompok tani dan kegiatan usaha pertanian.
“Bantuan ini harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya. Tidak boleh dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.
Diterangkannya, Pemkab Tulungagung setiap tahun terus mengusulkan bantuan alat pertanian bagi kelompok tani yang membutuhkan. Pengajuan tersebut mencakup alat pertanian konvensional hingga teknologi pertanian modern guna mendukung proses produksi yang semakin efektif.
“Setiap tahun kami mengusulkan bantuan alat-alat pertanian bagi kelompok tani di Tulungagung yang membutuhkan, mulai dari alat pertanian biasa hingga yang modern,” terangnya.
Ia menambahkan, kebutuhan alsintan ke depan juga akan terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi pertanian. Selain mesin pemotong dan mesin tanam, Pemkab Tulungagung juga mengusulkan dukungan peralatan modern, termasuk teknologi drone untuk membantu proses pemupukan.
“Mesin potong, mesin tanam, dan nanti juga alat untuk menabur pupuk menggunakan drone. Di Tulungagung sudah ada, tetapi tetap kami usulkan lagi,” imbuhnya.
Melalui penyaluran bantuan alsintan ini, Pemkab Tulungagung berharap para petani semakin terbantu dalam mengolah lahan, meningkatkan efisiensi kerja, serta mengoptimalkan hasil panen. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan daerah dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Adapun enam kelompok tani yang menerima bantuan alsintan, yakni :
1. Kelompok Tani Makmur, Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, menerima traktor roda dua (R2) singkal,
2. Kelompok Tani Karya Makmur II, Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, menerima traktor roda dua (R2) singkal
3. Kelompok Tani Ngudi Bogo, Desa Mulyosari, Pagerwojo, Cultivator
4. Kelompok Tani Suko Makmur, Desa Segawe, Pagerwojo, Alsintan Cultivator
5. Kelompok Tani Remaja I, Desa Bungur, Karangrejo, alsintan Cultivator
6. Kelompok Tani Bumi Asri, Desa Demuk, Pucanglaban, Alsintan Cultivator
“Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan kelompok tani penerima dapat mengoptimalkan pemanfaatan alsintan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya. (Iw)






