Pembangunan Giant Sea Wall Dimulai, Aaf :  Ini Solusi Jangka Panjang Yang Kruasial

Reporter Redaksi 661 Views

Jakarta, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan menyambut positif dimulainya langkah awal pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall sebagai bagian dari proyek strategis nasional perlindungan kawasan pesisir utara Jawa (Pantura). Proyek ini diyakini menjadi tonggak penting dalam upaya jangka panjang mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi wilayah pesisir, termasuk Kota Pekalongan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu yang digelar di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026). Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan tanggul laut raksasa di sepanjang Pantura.

Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi strategis nasional untuk menjawab tantangan kompleks di wilayah pesisir. Ia menyebutkan bahwa proyek ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 565 kilometer, mulai dari Banten hingga Gresik, mencakup berbagai daerah yang selama ini terdampak banjir rob, abrasi, dan perubahan iklim.

“Wilayah pesisir Pantura saat ini menghadapi tekanan yang semakin berat, terutama akibat penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut. Di beberapa wilayah, penurunan tanah bahkan mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun,” ungkap AHY.

- Advertisement -

Ia menambahkan, kondisi paling parah terjadi di kawasan Jakarta dan Semarang, namun sejumlah daerah lain, termasuk Pekalongan, juga mengalami dampak yang signifikan.

Dalam forum tersebut, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit H. Ashaf, kembali menegaskan pentingnya memasukkan Kota Pekalongan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan giant sea wall.

“Kota Pekalongan merupakan salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap banjir rob dan penurunan muka tanah, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan,”bebernya.

Didit menjelaskan bahwa saat ini wilayah Pekalongan masih berada pada tahap mitigasi dan investigasi kondisi perairan serta kawasan pesisir.

“Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan sebelum proyek memasuki fase konstruksi, guna memastikan desain dan implementasi pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,”ungkapnya.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid yang hadir bersama Kepala Bapperida, Cayekti Widigdo dan Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Pekalongan dalam forum ini menunjukkan komitmen kuat daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan proyek strategis nasional ini.

“Pembangunan Giant Sea Wall merupakan solusi jangka panjang yang sangat krusial dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, abrasi, serta dampak perubahan iklim,” beber Wali Kota Aaf.

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *