Tegal, Media RCM.com – Universitas Bima Sakapenta (UBISA) merayakan Dies Natalis ke-2 Tahun Akademik 2025/2026 dengan menggelar Sidang Terbuka Senat, sebuah momen yang belum pernah terjadi pada perayaan dies natalis pertama di tahun 2025. Kegiatan sidang terbuka senat memaparkan capaian UBISA oleh Rektor UBISA, Drs. Agus Suprihadi, M.T.
Fondasi Akademik yang Terus Menguat, seluruh tahapan akademik Tahun Akademik 2025/2026, mulai dari registrasi, pengisian KRS, perwalian, perkuliahan, ujian tengah dan akhir semester, hingga remedial dan penyerahan hasil studi — berjalan sesuai Kalender Akademik yang ditetapkan melalui keputusan rektor pada Februari 2025. Saat ini UBISA menaungi tujuh program studi, meliputi Akuntansi, Manajemen, Hukum, Informatika, Teknik Mekatronika, dan Teknik Sipil jenjang S1, serta D3 Kebidanan di PSDKU Bogor. Status universitas sendiri lahir dari penggabungan dua institusi pendidikan yang disahkan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi pada September 2024.
Menguatkan Riset dan Pengabdian Masyarakat, di bidang penelitian, kampus mulai membangun budaya ilmiah melalui pengembangan jurnal, penguatan kemampuan publikasi dosen, benchmarking dengan perguruan tinggi lain, serta penyusunan roadmap penelitian. Semangat yang sama tampak dalam pengabdian masyarakat, mulai dari pelatihan literasi keuangan dan digital marketing bagi siswa, pelatihan SAP2000 untuk siswa SMK, pengembangan desa binaan, aksi bersih pantai di Alam Indah Tegal, hingga penggalangan dana untuk korban bencana.
Pengalaman Global lewat Program Internship ke Taiwan, salah satu capaian yang menonjol adalah berkembangnya Program Internship International. Hingga tahun akademik ini, sebanyak 16 mahasiswa UBISA telah diberangkatkan mengikuti program magang internasional di Taiwan — bukti bahwa kampus tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga lulusan dengan pengalaman global dan kesiapan bersaing di dunia internasional.
Menjajaki Kerja Sama dengan Tiongkok, UBISA juga tengah merintis langkah besar; pembentukan Program Vokasi Internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Tiongkok, yang dimotori Aliansi Institut Provinsi Jiangxi dan Provinsi Yunnan, untuk membangun Pusat Pelatihan Vokasi Internasional yang direncanakan berpusat di Tegal.
Rencana ini melibatkan kolaborasi lima pihak; pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha/industri, mitra internasional, dan masyarakat. Dukungan positif telah disampaikan Wali Kota Tegal maupun Wakil Gubernur Jawa Tengah, sementara kerja sama pada level pemerintah-ke-pemerintah kini mulai bergerak ke tahap bisnis-ke-bisnis. Ucapan selamat turut disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, tokoh nasional asal Tegal, melalui telepon dan karangan bunga.
Sumber Daya Manusia dan Prestasi Sivitas Akademika, dari sisi tenaga pendidik, UBISA kini memiliki 10 dosen praktisi, 24 dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Hukum, serta 23 dosen tetap di Fakultas Sains dan Teknologi. Jenjang jabatan fungsional dosen mencakup 5 Asisten Ahli dan 3 Lektor, ditambah 4 dosen yang telah meraih Sertifikasi Dosen (Serdos).
Prestasi juga mengalir dari mahasiswa dan dosen: gelar Juara Favorit di ajang Sinok Sitong Kota Tegal, prestasi di cabang pencak silat, serta capaian di ajang Wanita Muslimah Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah; Juara 1 diraih dosen Nabila Qotrunnada, M.Ak., dan Juara 3 oleh mahasiswi Nesa Septiani.
Pertumbuhan Sarana, Prasarana, dan Aset, fasilitas kampus terus berkembang, mencakup ruang kelas, laboratorium, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang dosen, fasilitas ibadah, hingga layanan e-learning. Sebagai aset strategis, UBISA kini memiliki lahan di Jl. Ki Raga Sela, Cabawan, Kota Tegal, yang disiapkan untuk pengembangan sarana dan prasarana ke depan.
Peminat Terus Bertambah, data penerimaan mahasiswa baru menunjukkan tren positif. Pada Tahun Akademik 2025/2026, UBISA menerima 198 pendaftar, dengan 191 dinyatakan lolos seleksi dan 170 melakukan registrasi. Setahun berikutnya, jumlah pendaftar meningkat menjadi 225 orang, dengan 216 lolos seleksi dan 206 di antaranya melakukan registrasi ulang.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Kampus, dalam refleksinya, Rektor menegaskan bahwa seluruh capaian ini bukan sekadar pertambahan usia kelembagaan, melainkan pembangunan sebuah ekosistem pendidikan yang utuh; dari sarana yang menguat, SDM yang semakin berkualitas, hingga jejaring kerja sama yang meluas. Capaian yang telah diraih dipandang bukan sebagai titik akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Universitas Bima Sakapenta memperingati Dies Natalis ke-2 dengan penuh semangat baru untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menegaskan lima pilar utama yang menjadi arah gerak Universitas Bima Sakapenta; ilmu sebagai fondasi, karakter sebagai kekuatan, inovasi sebagai gerakan, kolaborasi sebagai jalan, dan kebermanfaatan sebagai tujuan.
(Ditulis oleh: Harimurti, S.S.T., M.M.-Ahli BPS)



