Serah Terima Program Adaptation Fund Tuntas, Ini Pesan Wali Kota Pekalongan!

Reporter Redaksi 899 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Komitmen memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim di Kota Pekalongan terus berlanjut. Setelah berjalan sejak 2021, Program Adaptation Fund yang dilaksanakan melalui Kemitraan Indonesia resmi menuntaskan berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, delapan infrastruktur hasil program tersebut diserahterimakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam kegiatan Serah Terima Aset dan Dokumen Hasil Program Adaptation Fund di Eco Eduwisata Degayu, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Jumat sore (30/10/2026).

Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid  menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kontribusi Kemitraan Indonesia bersama seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, berbagai pembangunan dan kegiatan pemberdayaan yang telah dilaksanakan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pengembangan ekowisata dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah terdampak perubahan iklim.

“Buat saya ini berita gembira dan berita sedih. Gembiranya karena alhamdulillah proyek Adaptation Fund dari Kemitraan Indonesia sejak tahun 2021 di Kota Pekalongan ini sudah selesai. Banyak sekali yang sudah dibangun maupun program yang sudah berjalan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pokdarwis, anak-anak muda dan masyarakat,” tuturnya.

- Advertisement -

Aaf mengungkapkan, Kota Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan menjadi proyek pertama dalam program tersebut. Bahkan, pengalaman pelaksanaan Adaptation Fund di Kota Pekalongan sempat menjadi referensi dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), ketika sejumlah daerah tertarik mengetahui proses dan upaya memperoleh dukungan program serupa.

Ia juga mengingat kembali kunjungan delegasi dari sekitar 20 negara yang pernah datang untuk melihat kondisi dan pelaksanaan program di Kota Pekalongan.

“Berbagai upaya penanganan dampak perubahan iklim yang telah dilakukan turut memberikan kontribusi terhadap berkurangnya dampak banjir rob secara signifikan. Meski demikian, Saya mengakui ada rasa haru karena berakhirnya pendampingan tersebut juga berarti berakhirnya kebersamaan intensif dengan tim Kemitraan Indonesia,”ungkapnya.

Ia berharap, komunikasi dan silaturahmi tetap terjalin sehingga peluang kerja sama dan program lanjutan dapat kembali terwujud. Salah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian Pemkot Pekalongan adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.

“Mudah-mudahan program-program yang masih menjadi PR bisa kita susulkan. Kita tetap berkomunikasi dengan Kemitraan Indonesia dan Adaptation Fund, mudah-mudahan ke depan bisa ada kerja sama lagi dan program lagi. Yang lebih penting, silaturahmi tetap berjalan dan ini menjadi berkah untuk kita semua,” jelasnya.

Melalui serah terima delapan infrastruktur tersebut, Pemkot diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pemanfaatan aset sekaligus memperluas dampak positif program bagi masyarakat.

Aaf pun berpesan kepada camat, lurah, Pokdarwis, dan seluruh warga agar bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, serta mengembangkan fasilitas yang telah tersedia. Ia berharap Eco Eduwisata Degayu tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga tumbuh sebagai ruang rekreasi, edukasi lingkungan, dan penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

“Jangan sampai setelah ditinggalkan Kemitraan dan Adaptation Fund, tempat ini justru terbengkalai atau disalahgunakan untuk hal-hal negatif. Mari kita jaga dan kembangkan bersama agar semakin baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk mendukung UMKM dan wisata lokal,” tegasnya. (adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *