Libatkan 168 Tim, PBEL III 2026 Jadi Strategi Polres Batang Cegah Kenakalan Remaja

Reporter Redaksi 343 Views

BATANG, Media RCM.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang menggelar Polres Batang e-Sport League (PBEL) III 2026 sebagai upaya mengarahkan energi positif generasi muda sekaligus mencegah kenakalan remaja, tawuran, hingga praktik judi online.

Turnamen e-sport tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan anak muda. Sebanyak 168 tim dengan total 840 atlet muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang mengikuti babak pra-liga yang berlangsung pada 25 September hingga 10 Oktober 2026.

Kapolres Batang, Kombes Pol Warsono, menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian di ruang digital menjadi bagian dari strategi pembinaan generasi muda. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menangani persoalan ketika terjadi, tetapi juga perlu hadir lebih awal untuk memberikan pendampingan dan membuka ruang kegiatan yang positif.

“Kami sadar bahwa tugas Polri hari ini tidak cukup hanya hadir ketika terjadi persoalan. Polisi harus hadir lebih awal mendampingi, membimbing, membuka ruang positif, dan menjadi sahabat generasi muda,” tegas Warsono.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, tingginya interaksi generasi muda di dunia digital menghadirkan peluang untuk mengembangkan potensi, tetapi juga menyimpan sejumlah risiko. Ancaman tersebut antara lain konten kekerasan, perundungan atau bullying, judi online, hingga paparan ideologi ekstrem.
Karena itu, kepolisian perlu memahami dinamika kehidupan anak muda dan membangun komunikasi secara langsung melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.

Warsono menilai, ratusan peserta yang terlibat dalam PBEL III 2026 bukan sekadar angka statistik, melainkan generasi yang memiliki potensi besar untuk masa depan.

“Angka 840 itu bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut ada 840 masa depan, calon-calon pemimpin, atlet, pengusaha, profesional, bahkan mungkin calon anggota Polri dan TNI. E-sport menjadi pintu masuk pembinaan, bukan tujuan akhir,” ujarnya.

Kapolres juga meminta para kapolsek di wilayah hukum Polres Batang agar terus menjaga komunikasi dengan komunitas pemuda setempat. Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi berlanjut melalui kegiatan positif dan komunikasi yang berkesinambungan.

Sementara itu, Ketua Panitia PBEL 2026, Ali Zona, mengatakan kolaborasi antara kepolisian dan komunitas e-sport dapat menjadi sarana edukasi yang relevan bagi generasi digital.

Selama pelaksanaan pra-liga di 12 polsek jajaran, para peserta tidak hanya berkompetisi dalam permainan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai keselamatan berkendara, keamanan data pribadi, serta etika bermedia sosial.

Menurut Ali, e-sport memiliki potensi lebih luas daripada sekadar hiburan. Kegiatan ini dapat menjadi media untuk membangun karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi, sportivitas, dan kreativitas generasi muda.

“E-sport tidak hanya menjadi permainan atau hiburan. E-sport dapat menjadi media pembinaan karakter, disiplin, kerja sama, komunikasi, sportivitas, kreativitas, bahkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kepolisian dengan generasi muda,” kata Ali.

Setelah melalui tahapan pra-liga, sebanyak 24 tim terbaik hasil penyaringan dari 12 polsek kini bersiap melanjutkan perjuangan ke babak liga dan play-off.

Kompetisi PBEL III 2026 dijadwalkan mencapai puncaknya melalui babak Grand Final pada 6–7 November 2026. Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan tim e-sport berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter dan kemitraan antara kepolisian dengan generasi muda di Kabupaten Batang.( Dimas)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *