Festival Inovasi 2026, Balgis : Harapan Saya OPD dan ASN Dapat Berpartisipasi

Reporter Redaksi 845 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Inovasi tidak selalu lahir dari anggaran besar. Kreativitas, keberanian mencoba cara kerja baru, serta kemampuan memaksimalkan sumber daya yang tersedia justru menjadi kunci agar sebuah inovasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, saat membuka Kick Off Festival Inovasi Tahun 2026 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis (8/10/2026).

Balgis menyampaikan, Festival Inovasi 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekalongan dalam menghadirkan berbagai terobosan bagi kemajuan daerah. Ia meminta setiap OPD, kelurahan, puskesmas, rumah sakit, dan sekolah mengusulkan minimal satu inovasi aktif setiap tahun. Namun, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif.

“Harapannya, usulan inovasi ini tidak hanya menggugurkan kewajiban saja, tetapi betul-betul menggali inovasi apa saja yang diperlukan di masing-masing wilayah OPD, kelurahan, ataupun kecamatan. Sehingga, inovasi yang diusulkan ini betul-betul memberikan manfaat,” ujar Balgis.

Menurutnya, ide-ide baru juga perlu terus didorong melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Inovasi yang dihasilkan hendaknya mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, efisien, dan efektif. Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak sekadar menjadi gagasan, tetapi benar-benar terasa kehadirannya dalam kehidupan masyarakat.

- Advertisement -

“Tidak semua inovasi ini harus berbiaya mahal, tetapi lebih mengedepankan bagaimana kreativitas dan juga pemanfaatan bagi masyarakat. Justru yang kita butuhkan adalah cara kerja yang kreatif dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Festival Inovasi 2026 juga menghadirkan semangat baru dengan adanya tambahan kategori predikat ASN Terinovatif dan OPD Terinovatif. Balgis berharap kategori tersebut semakin mendorong jajaran pemerintah untuk aktif melahirkan dan mengembangkan inovasi.

“Saya berharap OPD dan ASN dapat berpartisipasi aktif dalam Festival Inovasi tahun 2026 ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, menjelaskan bahwa setelah kick-off, tahapan input ide dan penjaringan inovasi berlangsung mulai 8 Oktober hingga 6 November 2026. Selanjutnya, penilaian dan presentasi inovasi dijadwalkan pada 9-16 November 2026, dengan pemberian penghargaan ditargetkan paling lambat pada minggu pertama Desember 2026.

“Dari masing-masing OPD dan juga perorangan dari kelurahan maupun sekolah akan mengirimkan inovasi terbaik yang mereka miliki. Sepanjang bulan November akan ada penilaian dari tim juri independen dari luar, kemudian di awal Desember akan diumumkan sebagai OPD yang terinovatif dan juga ASN yang terinovatif,” jelasnya.

Andrianto menambahkan, Festival Inovasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi sekaligus modal Kota Pekalongan dalam mengikuti Innovative Government Award (IGA).

“Festival inovasi ini di samping untuk meningkatkan semangat OPD untuk berinovasi dalam peningkatan pelayanan publik, juga menjadi modal untuk Kota Pekalongan mengikuti Innovative Government Award tahun berikutnya,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *