Megawati Soroti Sejarah Perjuangan, Keadilan Hukum, dan Demokrasi Saat Hadiri Peresmian Renovasi di Blitar

Reporter Basuki Blitar 114 Views

Blitar.MediaRCM.com — Megawati Soekarnoputri menyampaikan sejumlah pandangan mengenai sejarah perjuangan bangsa, keadilan hukum, dan perkembangan demokrasi saat menghadiri peresmian renovasi sebuah fasilitas di Blitar, Senin (15/6/2026).

Dalam pidatonya, Megawati menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa serta memahami sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil pengorbanan besar para pejuang yang harus terus dihargai oleh generasi penerus.
Selain membahas sejarah perjuangan bangsa, Megawati juga menyinggung pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan.

Menurutnya, hukum harus menjadi instrumen yang mampu memberikan kepastian, perlindungan, dan rasa keadilan bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang maupun kedudukan.

- Advertisement -

“Pada kesempatan tersebut, Megawati turut menyoroti perkembangan demokrasi di Indonesia. Ia menilai demokrasi harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta penghormatan terhadap konstitusi. Demokrasi, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui proses pemilihan umum, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peresmian renovasi Istana Gebang sendiri menjadi bagian dari upaya pelestarian situs sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan masa kecil Bung Karno di Kota Blitar. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, pejabat, kader partai, serta masyarakat yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut.

Acara peresmian renovasi di Blitar tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang menyambut kedatangan Megawati. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian sejarah, penegakan keadilan, dan penguatan demokrasi di Indonesia.

Megawati menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan gotong royong sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa mendatang.

Menurutnya, perbedaan pandangan dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama demi kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas, mampu membangun sinergi yang kuat dan berkelanjutan.(**)

Penulis Bas

 

 

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *