Blitar.MediaRCM.com – Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) berencana menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Senin, 15 Juni 2026, di kawasan sekitar Istana Gebang, Kota Blitar.
Aksi tersebut akan diwujudkan melalui pembentangan kain putih sepanjang 100 meter yang nantinya akan ditandatangani peserta dan masyarakat sebagai simbol penyampaian aspirasi secara damai.
Rencana kegiatan itu telah disampaikan kepada Polres Blitar Kota melalui surat pemberitahuan Nomor 001/GMB/VI/2026. Dalam surat tersebut, GMB mengusung tema “Hentikan Program Nasional Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.”
Penanggung jawab kegiatan, Mariyono Setyo Budi yang akrab disapa Kempes,
Budi Kempes,mengatakan aksi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah program pemerintah yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara.
“Ya benar, Senin tanggal 15 nanti kami akan menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersampaikan,” kata Mariyono, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, gerakan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil. Namun, pihaknya mengaku khawatir apabila penggunaan anggaran negara tidak tepat sasaran dan berpotensi disalahgunakan.
“Bukan berarti kami tidak membela wong cilik, justru sebaliknya. Kami tidak rela jika pajak yang selama ini dibayar masyarakat hanya menjadi bahan korupsi berjamaah di berbagai lapisan,” ujarnya.
Kempes menegaskan bahwa pihaknya mendukung program-program yang benar-benar ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Namun, menurutnya, penggunaan anggaran negara harus diawasi secara ketat.
“Kami sangat setuju jika anggaran digunakan untuk menyejahterakan masyarakat kecil dan mereka yang membutuhkan bantuan. Namun, pada faktanya, seperti yang kita ketahui bersama, kepala BGN pusat telah tersandung kasus korupsi,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak ingin praktik serupa terjadi di daerah dan justru merugikan kelompok yang seharusnya menjadi penerima manfaat program pemerintah.
“Kami tidak ingin di Blitar tercinta ini terjadi hal serupa yang mengorbankan wong cilik sebagai objek untuk menutupi kepentingan elite yang melakukan korupsi secara berjamaah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kempes menegaskan bahwa aksi tersebut murni berasal dari inisiatif masyarakat dan tidak ditunggangi kepentingan organisasi maupun lembaga tertentu.
“Ini murni gerakan masyarakat. Bahkan dana untuk membeli kain berasal dari sumbangan sukarela warga yang selama ini merasa resah,” ungkapnya.
Berdasarkan dokumen konsolidasi yang disiapkan panitia, aksi tersebut akan mengangkat sejumlah isu, mulai dari penggunaan APBN dan kondisi fiskal negara, efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selain itu, peserta aksi juga akan menyoroti data penerima subsidi, kebijakan kenaikan harga Pertamax, serta menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi masyarakat kepada DPR. Dalam dokumen konsolidasi tersebut juga terdapat ajakan untuk mengingat kembali pelajaran dari krisis ekonomi 1998 sebagai bahan refleksi terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan yang telah disampaikan kepada kepolisian, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 50 orang. GMB menyatakan berkomitmen melaksanakan kegiatan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(**)
Penulis Bas



