TULUNGAGUNG,MediaRCM.com
Dinamika cuaca yang kontras mewarnai perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Masyarakat sempat dibuat was-was oleh hujan lebat yang mengguyur menjelang tradisi Lebaran Ketupat, padahal saat pelaksanaan salat Idul Fitri sebelumnya, cuaca justru terasa sangat terik.
Panas Menyengat di Hari Kemenangan
Pada 1 Syawal 1447 H, ribuan umat Muslim di Tulungagung melaksanakan salat Idul Fitri di bawah cuaca yang sangat panas. Suhu udara yang melonjak tajam sejak pagi hari membuat para jamaah harus ekstra sabar saat bersilaturahmi ke rumah kerabat.

”Panasnya luar biasa, Mas. Baru jam 9 pagi tapi rasanya seperti tengah hari bolong. Es sirup jadi rebutan di tiap tamu yang datang,” ujar Faisal, salah satu warga Kecamatan Boyolangu.
Hujan Lebat Warnai Persiapan “Kupatan”
Namun, kondisi berbalik 180 derajat saat memasuki H-1 perayaan Lebaran Ketupat (Kupatan).
Wilayah Tulungagung dan sekitarnya justru diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari.
Guyuran hujan lebat ini sempat membuat para ibu rumah tangga khawatir, mengingat persiapan memasak ketupat dan opor ayam biasanya dilakukan di area dapur terbuka atau menggunakan kayu bakar. Meski demikian, antusiasme warga untuk menyambut tradisi tahunan ini tetap tinggi.(iw)



