TULUNGAGUNG,-Media RCM.com
Yayasan Gusti Maringi Mukti (YGMM) menunjukkan komitmen dan kepedulian nyatanya dalam dunia pendidikan islam. Kali ini, YGMM turut serta berpartisipasi dalam program menyejahterakan para pengajar atau guru di Pondok Pesantren Pampang, yang berlokasi di Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.
Pondok pesantren tersebut berada di bawah asuhan tokoh ulama setempat, KH. Toha Maksum, S.H., M.Pd. Kehadiran dan kepedulian YGM di pondok ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam menjaga kelangsungan proses belajar-mengajar dan memotivasi para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan.
Ketua Yayasan YGMM, Mas Agung, menegaskan pentingnya peran aktif lembaga non-pemerintah dalam mendukung sektor pendidikan.
Saat dihubungi oleh Biro Tulungagung Media RMC.com, ia menyampaikan sebuah gagasan dan ajakan kepada yayasan-yayasan lain serta lembaga terkait.
”Sebaiknya setiap yayasan atau SPPG Makan Gizi Gratis mengcover minimal 5 siswa atau guru untuk membantu pemerintah dalam hal belajar-mengajar
Menurut Mas Agung, langkah konkret ini sangat penting diambil demi meringankan beban pemerintah sekaligus menciptakan iklim pendidikan yang kondusif di tanah air.
”Langkah ini perlu dilakukan agar tercipta keharmonisan di Indonesia, khususnya bagi siswa dan guru yang masuk dalam skala prioritas dan memang sangat butuh bantuan,” tambahnya.
Partisipasi YGMM di Pondok Pesantren Pampang Sambitan ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi antara yayasan sosial, tokoh agama, dan lembaga pendidikan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah. Pihak pondok pesantren pun menyambut baik kepedulian ini demi melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berpendidikan tinggi.(red)



