Blitar.MediaRCM.com — Dalam tradisi Jawa, weton bukan hanya penanda hari kelahiran, melainkan cermin perjalanan hidup seseorang. Weton Kliwon kerap disebut bukan weton biasa. Ia diyakini ditempa oleh ujian panjang, dikuatkan oleh kesabaran yang jarang diucapkan, dan diperkaya oleh doa-doa yang sering naik dalam diam.
Banyak dulur weton Kliwon merasakan fase hidup yang berat pada tahun-tahun sebelumnya. Hutang rasa, lelah yang dipendam, serta perjuangan batin yang tak selalu terlihat menjadi bagian dari perjalanan itu. Tak jarang, doa dipanjatkan sambil menahan air mata, berharap ada jalan keluar dari beban yang terasa tak kunjung usai.
Namun seiring waktu, satu per satu beban mulai ditutup. Luka dirawat dengan kesadaran dan keteguhan hati. Jalan yang sempat terasa buntu perlahan mulai terbuka. Dalam kepercayaan Jawa, proses ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kesabaran yang dirawat secara konsisten.
Memasuki awal tahun 2026, weton Kliwon dipercaya akan memasuki fase baru.
Rezeki disebut akan datang dari arah yang tak terduga, bukan sebagai keberuntungan semu, melainkan sebagai jawaban atas sabar dan ketekunan yang dijaga dalam senyap.
Para sesepuh kerap mengingatkan bahwa dalam menjalani hidup, ucapan adalah doa, niat adalah kunci, dan keyakinan adalah pintu pembuka takdir.
” Afirmasi positif menjadi penguat batin agar langkah tetap lurus dan hati tetap rendah.
Pesan ini menjadi pengingat dan penguat bagi seluruh dulur weton Kliwon:
sing sabar bakal mulya, sing tekun bakal panen berkah.
Aamiin. 🤲
Bagi weton Kliwon, fase setelah bangkit justru menuntut kebijaksanaan. Saat rezeki mulai mengalir, hati diuji untuk tetap rendah, tidak jumawa, dan tetap eling marang Gusti.
Apa yang datang bukan untuk dihamburkan, melainkan untuk dirawat dan dibagikan agar berkahnya panjang.
Tahun-tahun ke depan menjadi masa penataan menata niat, menata langkah, dan menata hubungan.
Yang dulu meremehkan akan terdiam, yang tulus akan mendekat, dan yang bukan sejalan perlahan menjauh dengan sendirinya. Inilah seleksi alam kehidupan yang membuat weton Kliwon semakin matang.
Ingatlah, kekuatanmu bukan pada suara yang keras, tetapi pada keteguhan yang konsisten.
Bukan pada pengakuan manusia, melainkan pada restu langit. Teruslah berjalan dengan sabar, sebab apa yang dititipkan padamu adalah amanah, bukan sekadar keberuntungan.
Tetap eling, tetap waspada, dan tetap bersyukur.
Weton Kliwon berjalan pelan, tapi arahnya pasti.(**) 🌾
Penulis Bas



