RSI Sultan Agung Semarang Gandeng Hospital Kuala Lumpur, Perkuat Layanan Emergency Menuju Global Islamic Teaching Hospital

Reporter Media RCM Banten 18 Views

 

SEMARANG mediarcm.com ll  Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang memperkuat langkah menuju institusi kesehatan berkelas internasional melalui kerja sama strategis dengan Hospital Kuala Lumpur, rumah sakit rujukan pemerintah Malaysia di bawah Kementerian Kesehatan Kerajaan Malaysia.

Kolaborasi bilateral tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-56 RSI Sultan Agung Semarang, sekaligus menandai babak baru dalam pengembangan layanan kegawatdaruratan, pendidikan kedokteran, penelitian, dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Kerja sama diawali melalui penyelenggaraan International Seminar on Advanced Clinical Excellence, yang mempertemukan pakar medis Indonesia dan Malaysia untuk membahas penguatan pelayanan kegawatdaruratan tingkat lanjut, penanganan keracunan, hingga tata laksana pasien akibat gigitan ular berbisa.

- Advertisement -

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi RSI Sultan Agung Semarang menuju visi sebagai Global Islamic Teaching Hospital, yakni rumah sakit pendidikan Islam dengan orientasi pelayanan, pendidikan, penelitian, dan mutu yang mampu bersaing di tingkat global.

Dorong Internasionalisasi Pelayanan dan Pendidikan Kedokteran

Ketua Panitia Seminar Internasional, dr. Kinanti Narulita Dewi, M.Si.Med., Sp.An-TI, FISQua, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah awal dalam mempercepat proses internasionalisasi RSI Sultan Agung Semarang.

Menurutnya, program tersebut diinisiasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan mendapatkan dukungan dari jajaran direksi serta manajemen rumah sakit.

Langkah internasionalisasi itu juga sejalan dengan agenda Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Fakultas Kedokteran Unissula dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan wawasan global.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B, FISQua, RSI Sultan Agung terus memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penguatan jejaring tersebut tidak hanya diarahkan pada pelayanan klinis, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pertukaran keilmuan, serta peningkatan standar keselamatan pasien.

Fokus pada Penguatan Layanan Kegawatdaruratan

Salah satu bidang utama dalam kerja sama RSI Sultan Agung Semarang dengan Hospital Kuala Lumpur adalah peningkatan kualitas layanan emergency atau kegawatdaruratan.

Hospital Kuala Lumpur memiliki pengalaman dalam menangani kasus kegawatdaruratan dengan tingkat kepadatan dan kompleksitas pasien yang tinggi. Dalam kerja sama ini, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi untuk memperkuat sistem pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Sultan Agung.

Kolaborasi mencakup pertukaran pengalaman klinis, pengembangan ilmu kedokteran, penelitian, pelatihan tenaga kesehatan, serta penyelarasan standar mutu pelayanan kegawatdaruratan.

Dengan penguatan tersebut, pelayanan emergency diharapkan mampu memberikan respons yang semakin cepat, tepat, terukur, dan berbasis keselamatan pasien.

Hospital Kuala Lumpur sendiri disebut memiliki kapasitas sekitar 3.500 tempat tidur. Fasilitas kegawatdaruratannya didukung sekitar 120 tempat tidur IGD, 40 ventilator, serta kamar operasi khusus tindakan emergency, di samping berbagai kemampuan klinis untuk menangani kasus kompleks.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam proses pertukaran pengetahuan antara kedua institusi.

Program Brother Hospital Jadi Jembatan Transfer Pengetahuan

Dukungan terhadap kerja sama tersebut disampaikan Wakil Kepala Departemen Emergency Hospital Kuala Lumpur, Dr. dr. Hidayah Shafie, Ph.D., yang hadir mewakili Kementerian Kesehatan Kerajaan Malaysia.

Ia menyampaikan kesiapan Hospital Kuala Lumpur untuk melakukan transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi bersama tim medis RSI Sultan Agung Semarang.

Kolaborasi tersebut diarahkan melalui inisiasi program Brother Hospital, yang mempertemukan pengalaman klinis dan keahlian tenaga medis dari kedua institusi.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan melalui pelatihan, pertukaran keilmuan, pengembangan kompetensi, serta penelitian di bidang kegawatdaruratan.

Kembangkan Program “ULAR SULTAN”

Salah satu hasil penting dari pertemuan internasional tersebut adalah komitmen untuk membangun Faculty Member yang akan mengawal program lokakarya dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Program tersebut diberi nama “ULAR SULTAN”, singkatan dari United Life-Saving & Advanced Response in Snakebite, Toxin, and Acute Emergency Management.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dokter dan tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus gigitan ular berbisa, keracunan atau toksikologi, serta berbagai kondisi kegawatdaruratan akut.

Pengembangan kompetensi di bidang tersebut memiliki relevansi besar terhadap keselamatan pasien, mengingat penanganan kasus kegawatdaruratan membutuhkan keputusan medis yang cepat, tepat, dan berdasarkan kompetensi klinis.

Melalui program tersebut, tim ahli diharapkan dapat menyusun panduan, mengembangkan materi pelatihan, serta menyelenggarakan peningkatan kompetensi secara berkala bagi tenaga kesehatan.

Pakta Integritas Perkuat Komitmen Kolaborasi

Komitmen kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas, yang diawali dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim.

Deklarasi tersebut melibatkan sejumlah pakar, jajaran manajemen RSI Sultan Agung Semarang, serta perwakilan mitra jaringan rumah sakit.

Para deklarator antara lain Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM, Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA; Dr. dr. Hidayah Shafie, Ph.D.; dr. Ali Haedar, Sp.EM, KPEC, FAHA, FICEP; dr. Maulitia Neny Yusuprihastuti, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), FISQua, AIFO-K; dr. Nova Maryani, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), MMR, AIFO-K; dr. Kinanti Narulita Dewi, M.Si.Med., Sp.An-TI, FISQua; Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B, FISQua; serta Direktur Pelayanan RSI Banjarbaru dr. Arif Sadzjali, MARS.

Pakta tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan program, memperkuat kolaborasi akademik, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan medis.

RSI Sultan Agung sebagai Rumah Sakit Pendidikan

Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Unissula yang turut menyelenggarakan program kelas internasional, RSI Sultan Agung memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pendidikan dan penelitian kedokteran.

Kolaborasi dengan institusi kesehatan di Malaysia membuka peluang bagi pengembangan kegiatan akademik lintas negara, termasuk pertukaran pengalaman klinis dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Faktor konektivitas juga menjadi pendukung. Akses penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur dinilai dapat mempermudah mobilitas akademisi, dokter, pakar, dan tenaga kesehatan dalam menjalankan berbagai agenda kerja sama.

Dengan demikian, kemitraan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan rumah sakit, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan dan penelitian yang lebih terbuka terhadap perkembangan kedokteran internasional.

Perkuat Standar Mutu dan Layanan Berbasis Syariah

RSI Sultan Agung Semarang selama ini mengembangkan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan aspek klinis, keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan nilai-nilai Islam.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan standar pelayanan berbasis syariah serta pemenuhan standar akreditasi mutu nasional.

Pengembangan menuju rumah sakit berkelas internasional dengan demikian tidak hanya diarahkan pada modernisasi fasilitas dan teknologi medis, tetapi juga pada penguatan tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, keselamatan pasien, etika pelayanan, dan nilai-nilai syariah.

Menuju Global Islamic Teaching Hospital

Kerja sama dengan Hospital Kuala Lumpur menjadi bagian dari perjalanan panjang RSI Sultan Agung Semarang dalam memperluas jejaring pelayanan dan pendidikan kesehatan.

Sinergi Indonesia-Malaysia tersebut diharapkan mampu menghasilkan transfer pengetahuan yang berkelanjutan, memperkuat kompetensi tenaga medis, serta meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan yang kompleks.

Bagi masyarakat, peningkatan kapasitas tersebut pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat berupa pelayanan emergency yang semakin responsif, aman, terukur, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara bagi dunia pendidikan kedokteran, kolaborasi ini membuka ruang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, penelitian, pelatihan, dan pengembangan tenaga kesehatan dengan perspektif internasional.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya RSI Sultan Agung Semarang untuk membangun identitas sebagai Global Islamic Teaching Hospital yang memadukan keunggulan pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, penelitian, keselamatan pasien, dan nilai-nilai Islam dalam satu ekosistem rumah sakit berstandar global.

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *