Kisruh Rekrutmen RS Mardi Waluyo: Peserta yang Telah Lolos dan Bekerja Dinyatakan Tidak Lulus

Reporter Basuki Blitar 14 Views

BLITAR.MediaRCM.com – Proses rekrutmen tenaga kebersihan di RS Mardi Waluyo diduga bermasalah serius. Sejumlah pelamar yang telah dinyatakan lolos seleksi resmi bahkan sudah mulai bekerja, mendadak dicoret tanpa penjelasan tertulis.

Dugaan adanya jalur belakang dan campur tangan orang dalam pun mencuat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para tenaga kebersihan telah melalui tahapan seleksi administrasi, wawancara, hingga tes kesehatan.

Mereka juga diminta mengurus SKCK dengan biaya sendiri. Namun ironisnya, setelah semua tahapan dipenuhi, status kelulusan justru dicabut sepihak.

“Saya sudah kerja sehari, besoknya dipanggil dan dibilang tidak dilanjutkan. Katanya ada perubahan keputusan,” ungkap salah satu korban, yang memilih tidak disebutkan namanya karena khawatir tekanan lanjutan.

- Advertisement -

Lebih mencurigakan, sejumlah nama baru disebut masuk menggantikan mereka yang sudah dinyatakan lolos Nama-nama tersebut diduga tidak mengikuti seluruh tahapan seleksi sejak awal. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik titipan dalam rekrutmen tenaga kebersihan.

Situasi semakin ruwet setelah kerja sama dengan pihak mitra pengelola tenaga kebersihan disebut diputus secara mendadak. Akibatnya, pekerja yang sudah direkrut menjadi korban tarik-menarik kepentingan internal.”ungkap nya

Tak hanya itu, beredar pula informasi bahwa sejumlah tenaga kebersihan tertentu diduga telah bekerja lebih awal sejak Desember 2025 menggunakan uang pelicin, sebelum kontrak resmi dimulai, dan tidak melalui mekanisme seleksi yang sama.

Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK, mengaku terkejut dengan situasi yang terjadi. Ia menyatakan pihak rumah sakit tidak mengetahui detail persoalan internal perusahaan rekanan tersebut.

“Kami hanya menerima informasi ada kesalahan teknis dari pihak PT. Terus terang, kami juga dibuat bingung,” ujarnya saat dikonfirmasi Ketik pada Jumat 2 Januari 2025.

Kasus ini menambah daftar persoalan tata kelola di institusi layanan publik, di mana rakyat kecil kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. Minimnya transparansi, berubah-ubahnya keputusan, serta absennya penjelasan resmi mencerminkan lemahnya manajemen rekrutmen yang seharusnya menjunjung prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Bagi para tenaga kebersihan, pekerjaan bukan sekadar soal penghasilan, tetapi juga soal martabat dan harapan hidup. Ketika proses seleksi dijalankan tanpa kejelasan dan akuntabilitas, kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik pun ikut tergerus.

Publik kini menanti langkah tegas dari manajemen RS Mardi Waluyo maupun pihak terkait untuk membuka fakta sebenarnya di balik kisruh rekrutmen ini. Evaluasi menyeluruh dan klarifikasi terbuka dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang, serta agar institusi pelayanan kesehatan tetap berdiri di atas prinsip profesionalisme dan keadilan sosial.(**)

Penulis Bas

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *