mediaRCM | Jepara – Selasa, 24 Desember 2024
Oleh KRA Bambang Setiawan Adiningrat

Penganugerahan dan penyerahan piagam penghargaan Warisan Budaya Tak Benda oleh Menteri Kebudayaan RI dan penyerahan piagam penghargaan dari Pj. Bupati Jepara, Edy Supriyanta kepada 43 pegiat seni budaya Jepara merupakan langkah penting dalam melestarikan dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal.
Warisan budaya bukan sekadar artefak masa lalu, tetapi merupakan cerminan nilai, identitas, dan kreativitas masyarakat yang terus hidup hingga saat ini. Dengan adanya pengakuan resmi ini, masyarakat diajak untuk semakin menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pelestari budaya yang berdedikasi.
Adanya empat kategori penghargaan : Pelestari, Pelopor, Pembaharu, dan bidang lain yang relevan merupakan cara untuk mengakomodasi berbagai peran dalam menjaga kelangsungan budaya. Namun, dalam proses penetapan, penting untuk memastikan bahwa penghargaan ini benar-benar mencerminkan dedikasi dan kontribusi nyata dari individu yang bersangkutan. Salah satu sosok yang sangat layak untuk menerima penghargaan ini adalah Empu Tumaji dari Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Pembuat Tosan Aji
Sebagai seorang empu pembuat Tosan Aji, Empu Tumaji telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mempertahankan tradisi yang memiliki nilai historis, filosofis, dan spiritual tinggi. Profesi sebagai empu bukan sekadar keterampilan teknis dalam membuat senjata pusaka, tetapi juga mencerminkan hubungan mendalam antara manusia dengan alam, spiritualitas, dan tradisi nenek moyang. Tosan Aji tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga sarana untuk menyalurkan nilai-nilai luhur seperti keadilan, keberanian, dan kebijaksanaan.
Karya-karya Empu Tumaji, yang telah banyak diminati oleh kolektor, menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki relevansi dan daya tarik lintas zaman. Ia tidak hanya bertahan dalam menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pelopor dan pembaharu yang menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan warisan ini. Dengan demikian, penghargaan kepada Empu Tumaji tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kiprah pribadinya, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap profesi empu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tosan Aji.
Secara filosofis, penghargaan kepada tokoh seperti Empu Tumaji juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga masyarakat dan pemerintah. Kita semua memiliki peran dalam memastikan bahwa tradisi ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sesuai dengan tantangan zaman. Dengan demikian, penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya kita.

Sebagai penutup, menganugerahkan penghargaan kepada Empu Tumaji akan menjadi langkah strategis dalam merayakan dedikasi individu yang telah mengabdikan hidupnya untuk budaya. Selain itu, penghargaan ini juga akan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih menghargai dan melibatkan diri dalam pelestarian warisan budaya.
Penulis adalah
– Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Cabang Jepara dan Ketua Lokantara Wilayah Jateng.