Diduga Jadi Tempat Prostitusi Berkedok Warung Kopi, Warga Kembang Arum Blitar Resah

Reporter Basuki Blitar 23 Views
Exif_JPEG_420

BLITAR.MediaRCM.com– Keberadaan sebuah warung kopi di tengah permukiman warga di Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, menjadi sorotan. Warung tersebut diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung dengan berkedok usaha warung kopi.

Ironisnya, satu titik lokasi warung kopi yang menjadi perbincangan warga tersebut disebut-sebut dikelola oleh dua orang perempuan.dan memasang tarif (100.000) sekali main.

Berdasarkan hasil pantauan media online pada Minggu, 11 Oktober 2026, informasi yang sebelumnya disampaikan warga setempat menjadi perhatian untuk ditelusuri lebih lanjut.

Meski demikian, dugaan adanya praktik prostitusi di lokasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan keterangan dari pihak berwenang.

- Advertisement -

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa keberadaan warung tersebut berada di tengah lingkungan permukiman warga, tepatnya di Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

IMG 20260928 133904 1
Exif_JPEG_420

Warga berharap pihak terkait, termasuk pemerintah kelurahan, aparat penegak hukum, serta instansi berwenang, dapat menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, warga berharap pemerintah setempat bersama aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera melakukan penelusuran terhadap dugaan aktivitas yang meresahkan tersebut. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat meminta agar penanganan dilakukan secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Warga juga menginginkan adanya pengawasan rutin terhadap tempat-tempat usaha yang berada di tengah permukiman, sehingga keberadaannya tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu ketenteraman lingkungan.

Harapan kami, pihak terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi ini. Jika memang ditemukan pelanggaran, kami berharap ada tindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat menegaskan bahwa upaya tersebut bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan demi menjaga lingkungan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga, terutama keluarga dan anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.(**)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *