Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) “DIGERUDUG” Warga Sekitar..Diduga BIYC Sembunyikan WNA Terduga Pelaku Penganiayaan

Reporter Heru RCM Jatim 40 Views

MediaRCM.Com| Aktivis Kontrol M.Yunus Wahyudi mendatangi lokasi usaha yang dikelola oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial “AF” bersama rombongan perwakilan warga setempat, WNA tersebut diketahui merupakan pengelola salah satu kafe & restoran yang berada di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi.

Banyuwangi, 4 April 2026

 

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti dan menuntut klarifikasi atas kasus yang kini tengah menjadi sorotan publik, dimana “AF” diduga kuat terlibat dalam tindakan yang dianggap tidak menghormati kearifan lokal serta melakukan tindak penganiayaan terhadap pihak lain yang saat itu diketahui sedang bekerja dalam acara rutin tahunan bertajuk “GEBYAR PANTAI BOOM” yang diadakan di pantai marina boom banyuwangi.

- Advertisement -

 

Dalam pertemuan tersebut rombongan Yunus Wahyudi disambut oleh Dona selaku GM BIYC dan Eko selaku kuasa hukum atau pengacara yang mewakili pihak manajemen serta Manajer Operasional kafe & restoran BIYC. Perlu dicatat, dalam pertemuan ini “AF” tidak menampakkan diri dan sepenuhnya diwakilkan pada pengacaranya karena terduga pelaku penganiayaan ini beralasan sudah pulang ke Rusia dimana negara “AF” tersebut berasal.

 

Dalam sesi jumpa pers, Eko menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan. Dari pihaknya mengaku bahwa insiden tersebut bermula dari keterbatasan komunikasi atau penguasaan bahasa antara terduga pelaku dan terduga korban.

 

“Kami memohon maaf apabila telah terjadi kesalahpahaman. Ini lebih dikarenakan faktor keterbatasan bahasa, dan klien kami AF saat ini sudah pulang ke Rusia”, ujar Eko.

IMG 20260404 WA0056

Dalam pernyataannya, Eko juga menegaskan fakta baru bahwa kafe & restoran tersebut bukanlah milik pribadi “AF”. Namun keterangan dari Eko bertolak belakang dengan pengakuan dari salahsatu perwakilan warga yang turut hadir mengaku bahwa sempat melihat sekelebat manusia bule dengan ciri-ciri mirip “AF” di lingkungan sekitar BIYC.

 

Disitu juga Dona selaku GM BIYC menambahkan bahwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi bukan karena pihak BIYC terganggu dengan diselenggarakannya acara Gebyar Pantai Boom.

 

“Disini saya meluruskan bahwa AF bukan sengaja kabur karena adanya kejadian ini,tapi karena masa visa kunjungannya telah berakhir makanya dia balik ke negaranya”, terang Dona menyambung keterangan dari Eko pada awak media.

 

“Saya sebagai aktivis kontrol yang mewakili warga setempat untuk bicara dengan pihak BIYC menolak keras adanya arogansi yang dilakukan oleh WNA kepada warga lokal,ini tidak hanya berlaku pada AF akan tetapi yang saya sampaikan ini berlaku untuk semua WNA terutama yang terlibat usaha atau memiliki bisnis di bumi blambangan..Mereka WNA harusnya sadar diri untuk bisa lebih sopan dan memanusiakan warga lokal”, tegas Yunus Wahyudi saat interaksi berhadapan dengan Dona dan Eko didepan para awak media juga beberapa perwakilan warga setempat yang hadir sore tadi di BIYC.

 

“Saya mengharap pada kepolisian agar menindaklanjut dengan tegas perihal kasus ini,kalaupun terduga pelaku tersebut benar pulang ke negaranya saya yakin kasus ini tetap dapat diselesaikan perihal hukumnya melalui kedutaan besar Rusia atau Interpol yang memang berwenang dalam menangani hal seperti yang terjadi sekarang ini”, sambung Yunus sembari menutup interaksi antara kedua belah pihak.

 

Di sisi lain, pihak PPI selaku pengurus dan pengelola destinasi wisata pantai Marina Boom hingga saat ini belum speak up terkait adanya kasus penganiayaan dan dugaan arogansi WNA yang terjadi di wilayahnya.

 

Tim Redaksi

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *