PEKALONGAN, Media RCM.com – Puncak Peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 Hijriah/2026 Masehi berlangsung khidmat di Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Nomor 70, Kota Pekalongan, Ahad (20/9/2026).
Ribuan jemaah dari berbagai daerah hadir mengikuti rangkaian acara yang mengusung tema “Dengan Maulidurrosul Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan untuk Indonesia yang Sejuk, Aman dan Damai”.
Puncak peringatan diisi dengan pembacaan Dalailul Khoirot, Madah Nabawiyah, sambutan, serta mau’idhoh hasanah. Suasana kebangsaan juga mewarnai acara dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Teks Pancasila.
Sejumlah pejabat pemerintah pusat maupun daerah turut hadir bersama para jemaah. Di antara tamu undangan yakni Sinuhun Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja dari Keraton Kasepuhan Cirebon beserta rombongan.
Sambutan mewakili keluarga Khodimul Maulid sekaligus panitia disampaikan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., selaku Ketua Umum Panitia Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan 1448 H/2026 M.
Nurul Chabibi menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh jemaah serta tamu undangan yang hadir dalam puncak peringatan Maulid tersebut.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita perkuat silaturahmi, perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta terus meneladani akhlak mulia Baginda Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, dalam mau’idhoh hasanah, Habib Umar Muthohar mengingatkan jemaah bahwa kehadiran umat Islam dalam majelis Maulid dilandasi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Kita datang di majelis Maulid ini karena cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW,” kata Habib Umar.
Ia kemudian mengutip pesan Imam Al Busiry tentang kemuliaan umat Islam sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, umat Islam mendapatkan kenikmatan luar biasa karena Allah SWT mengutus Rasul yang paling mulia.
Kemuliaan tersebut, lanjut Habib Umar, mengikuti kemuliaan Rasulullah SAW. Karena itu, kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan dengan meneladani akhlaknya, menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
“Maka yang ikut Rasulullah Muhammad SAW harus meneladani akhlak Rasulullah, menjauhi segala larangan Allah dan menjalankan segala perintah Allah SWT. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Usai salat Dhuhur berjamaah, rangkaian puncak Maulid dilanjutkan dengan pembacaan tawasul yang dipimpin Dr. (HC) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Setelah itu, jemaah mengikuti pembacaan Maulid Simthudduror yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin.
Puncak Maulid tersebut menjadi penutup rangkaian utama kegiatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat yang telah berlangsung sejak Kamis (17/9/2026).
Selama empat hari, berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian diawali dengan Bazar atau Pasar Kerakyatan di Jalan Diponegoro, Kota Pekalongan, yang berlangsung sejak Kamis hingga Ahad.
Pada Kamis malam, kegiatan dilanjutkan dengan Maulid Berzanji atau Perjami’ di Gedung Kanzus Sholawat. Kemudian pada Jumat (18/9/2026), digelar Nikah Maulid yang diikuti 21 pasangan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kirab Merah Putih dari Masin, Warungasem, Kabupaten Batang, menuju Alun-alun Kota Pekalongan. Pada malam harinya, panitia menggelar pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Gedung Kanzus Sholawat, dilanjutkan Rotibul Kubro di Makam HB Hasyim B Yahya, Sapuro.
Pada Sabtu (19/9/2026), kegiatan diawali Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI di Lapangan Mataram. Siang harinya, digelar Halaqah Kebangsaan bertema “Ulama-Umaro Bersama TNI dan POLRI” di Hotel KHAS Pekalongan serta Pawai Pajang Jimat dari Stadion Hoegeng menuju Jalan dr Wahidin.
Di sisi lain, kegiatan keagamaan berlangsung di Makam HB Hasyim B Yahya dengan Dalailul Khoirot pada sore hari, kemudian Khataman Al-Qur’an dan Shahih Bukhori hingga dini hari.
Rangkaian kegiatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat ditutup dengan agenda pascaacara berupa Musik Sammar/Gambus di Gedung Kanzus Sholawat pada Ahad malam hingga tengah malam.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, peringatan Maulid Akbar Kanzus Sholawat 1448 H/2026 M tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menguatkan pesan persatuan, kebangsaan, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat. (way/red)



