Bappenas Lakukan Evaluasi dan Perencanaan Penanganan Banjir Bremi – Meduri

Reporter Redaksi 931 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Upaya penanganan banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Kota Pekalongan, khususnya di kawasan Bremi–Meduri, kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mulai melakukan peninjauan ulang (revisit) terhadap perencanaan yang telah ada, guna memastikan langkah penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Sumber Daya Air Bappenas, Juari, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai opsi penanganan yang sebelumnya telah dirancang. Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir rob yang terjadi berulang, khususnya di wilayah Pantura Jawa.

“Nah, yang rencananya kita coba evaluasi untuk menjadi kegiatan yang bisa kita wujudkan. Tetapi ini masih dalam tahap evaluasi. Jadi kalau ditanya terkait anggaran, seberapa besar atau apakah masih tersedia, itu masih belum bisa kami sampaikan saat ini,” ujar Juari saat ditemui awak media.

Ia menegaskan bahwa langkah revisit ini merupakan bentuk niat baik pemerintah pusat untuk kembali melihat perencanaan yang ada, sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan terkini. Penanganan banjir di kawasan Pantura, termasuk Bremi–Meduri, dinilai mendesak karena dampaknya yang terus berulang dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

- Advertisement -

“Intinya, kami ingin membantu penanganan banjir Pantura Jawa, karena banjirnya berulang dan dampaknya juga berulang. Jadi perencanaan ini kita lihat kembali, kita evaluasi agar bisa benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam kajian awal, Juari menyebutkan bahwa terdapat dua alternatif utama yang tengah dipertimbangkan untuk sistem pengendalian banjir di wilayah Bremi. Alternatif tersebut meliputi pembangunan bendung gerak, pembangunan kolam retensi, maupun kombinasi keduanya.

“Rencananya, dari studi yang ada, untuk sistem Bremi itu ada dua alternatif. Apakah menggunakan bendung gerak saja, kolam retensi saja, atau kombinasi keduanya. Ini yang nanti akan kita evaluasi lebih lanjut, tentunya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya. (adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *