Halsel, Media RCM.com – Petani kopra di Lalubi, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan mengeluhkan ketidakstabilan harga kopra yang dinilai terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga petani di wilayah tersebut.
Ketua kelompok tani Desa Lalubi, Klein Habibu, yang akrab disapa Klein , menyampaikan bahwa harga kopra di Gane Timur saat ini berkisar sekitar Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai belum mampu menutupi biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari perawatan kebun hingga proses pengolahan kopra.
Menurutnya, ketidakstabilan harga membuat petani kesulitan dalam merencanakan kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar dapat memperjuangkan stabilitas harga kopra di tingkat pasar.
Selain persoalan harga, kelompok tani juga mengeluhkan minimnya bantuan sarana produksi pertanian.
Para petani kelompok jarba menyebut hingga saat ini belum ada bantuan pupuk maupun obat perawatan kelapa dari Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan. Padahal, menurut mereka, pupuk dan obat tanaman sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pohon kelapa.
“Petani kelapa juga membutuhkan bantuan obat untuk tanaman supaya buah kelapa bisa lebih banyak dan berkualitas. Tanpa itu, produksi kami sulit meningkat,” ujar Klein Habibu saat dikonfirmasi.
Kelompok tani jarba Desa Lalubi, Kelompok tani juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan program pendampingan pertanian, bantuan sarana produksi, serta kebijakan perlindungan harga komoditas kopra.
Mereka menilai komoditas kopra masih menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di Gane Timur .
Petani berharap jika harga kopra bisa stabil dan dukungan pemerintah meningkat, maka kesejahteraan masyarakat khususnya di Gane Timur dan wilayah Gane secara umum dapat ikut terdongkrak.
Mereka menilai sektor perkebunan kelapa masih memiliki potensi besar jika didukung kebijakan dan program yang tepat sasaran.
Saat ini para petani berharap adanya dialog langsung antara pemerintah daerah dan petani agar persoalan harga dan kebutuhan sarana produksi dapat segera mendapatkan solusi nyata.



