Kota Pekalongan, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir menyusul jebolnya tanggul di sejumlah titik serta melonjaknya jumlah warga terdampak yang mengungsi. Keputusan strategis tersebut diambil langsung oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid sebagai respons cepat atas kondisi banjir yang semakin kompleks dan dinamis.
“Semalam saya sudah tetapkan Kota Pekalongan dalam status Tanggap Darurat,” ujar Wali Kota Aaf saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, penetapan status tanggap darurat ini menjadi langkah krusial karena membuka akses penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), sehingga pemerintah daerah memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam penanganan bencana, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Aaf menegaskan bahwa, tanpa peningkatan status tersebut, kemampuan pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat sangat terbatas, terutama dari sisi anggaran.
“Kalau seperti ini, kemampuan anggaran Dinsos jelas terbatas,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa, dalam beberapa hari terakhir, permintaan bantuan datang bertubi-tubi melalui berbagai jalur. Mulai dari pesan langsung ke ponsel pribadinya, laporan ke Dinas Sosial, hingga permintaan ke BPBD.
“Banyak warga yang langsung WA saya, datang ke Dinsos, ke BPBD, minta bantuan nasi bungkus dan logistik, dan kita kewalahan,” ujarnya.
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat bencana banjir Kota Pekalongan, ia berharap distribusi bantuan logistik, layanan pengungsian, hingga penanganan darurat lainnya dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan merata.
Namun demikian, Wali Kota Aaf mengakui bahwa kapasitas dapur umum masih belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh pengungsi.
“Jumlah pengungsi terus bertambah, sementara rata-rata kita siapkan 1.500 porsi per jam makan,” jelasnya.
Pendataan pengungsi terus dilakukan secara berkala, dan seluruh perangkat daerah diminta tetap siaga penuh menghadapi kemungkinan terburuk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta saling membantu dalam menghadapi musibah banjir yang masih berlangsung,”tukasnya. (adv)



