Tulungagung,-Media RCM.com
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Kampungdalem, Tulungagung, diwarnai kejadian tidak menyenangkan pada Jumat (16/3/2026). Sejumlah siswa mendapati paket kudapan (snack) berupa roti yang dibagikan dalam kondisi berjamur dan tidak layak konsumsi.
Paket makanan tersebut diketahui berasal dari penyedia jasa boga Sultan Resto. Kejadian bermula saat para siswa hendak menikmati snack roti yang dibagikan di sekolah. Namun, saat kemasan dibuka, terlihat bercak jamur yang cukup jelas pada permukaan roti, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pangan bagi para murid.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, pembagian snack dilakukan sesuai jadwal rutin program pendampingan gizi. Beberapa poin utama dari kejadian ini meliputi.
“,Waktu Kejadian Jumat pagi, 16 Maret 2026.
Kondisi Fisik Roti sudah ditumbuhi jamur (kadaluarsa/rusak) sebelum masa konsumsi berakhir.
Pihak sekolah segera menginstruksikan siswa untuk tidak memakan roti tersebut guna menghindari risiko keracunan makanan.

brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;
Dampak dan Keluhan
Para orang tua murid menyayangkan lemahnya kontrol kualitas (quality control) dari pihak penyedia, dalam hal ini Sultan Resto. Mengingat program ini ditujukan untuk kesehatan anak-anak, masuknya makanan tidak layak konsumsi dianggap sebagai kelalaian fatal.
”Seharusnya pihak katering memastikan setiap item yang masuk ke sekolah dalam keadaan segar dan higienis. Ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah dasar,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 4 Kampungdalem maupun pihak Sultan Resto belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab pasti rusaknya makanan tersebut, apakah karena faktor penyimpanan atau kesalahan pada proses produksi.
Dinas terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap rekanan penyedia makanan dalam program MBG di Tulungagung agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.(iw)



