Puluhan Siswa SMKN 3 Boyolangu Keracunan Massal Usai Santap Makanan di Yayasan Rawa Mutiara Selatan

Reporter Iwan Yuliantoro 72 Views

IMG 20260121 143656Tulungagung,– MediaRCM.com

Suasana di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung mendadak mencekam setelah puluhan siswa-siswinya dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan secara massal. Insiden ini terjadi pasca para siswa menyantap hidangan yang disediakan dalam sebuah kegiatan di Yayasan Rawa Mutiara Selatan.

​Kronologi Kejadian
​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, gejala mulai dirasakan para siswa beberapa jam setelah mereka mengonsumsi paket makanan (SPPG) yang disajikan pihak yayasan. Sebagian besar siswa mengeluhkan gejala serupa, di antaranya:
​Mual dan muntah yang hebat.
​Pusing dan lemas.
​Nyeri perut akut (kram).

​Beberapa siswa dilaporkan mengalami diare.
​Penanganan Medis
​Melihat jumlah korban yang terus bertambah, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan petugas medis. Para siswa yang kondisinya cukup parah langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan beberapa RSUD di Tulungagung untuk mendapatkan penanganan darurat dan cairan infus.
​”Awalnya hanya satu-dua anak yang mengeluh pusing, tapi tidak lama kemudian puluhan siswa lainnya merasakan hal yang sama.

- Advertisement -

Kami langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi mereka ke fasilitas kesehatan,” ujar salah satu staf sekolah yang enggan disebutkan namanya.
​Penyelidikan Pihak Berwajib
​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat beserta Dinas Kesehatan Tulungagung telah turun tangan untuk melakukan investigasi.

Tim medis telah mengambil sampel sisa makanan dari Yayasan Rawa Mutiara Selatan untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui kandungan zat atau bakteri yang menyebabkan keracunan tersebut.

​Pihak yayasan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, pihak sekolah fokus pada pemulihan kondisi kesehatan para siswa dan memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik hingga dinyatakan sembuh total.
​Apakah Anda ingin saya menambahkan detail spesifik seperti jumlah pasti korban atau kutipan dari pejabat terkait jika ada?(iw)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *