Pemkot Pekalongan Salurkan Subsidi Cabai dan Beras Organik

Reporter Redaksi 598 Views

Kota Pekalongan, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan kembali menghadirkan program penyaluran subsidi pangan bagi masyarakat, di halaman Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (25/2/2026). Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah bersama PT Jawa Tengah Agro Berdikari, dengan dukungan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan.

Sejumlah komoditas dan pangan lokal disediakan dengan harga subsidi, khususnya cabai rawit merah yang belakangan mengalami lonjakan harga di pasaran.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Ivah Istiyani, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada stabilisasi harga cabai serta promosi pangan lokal dan organik. “Pada hari ini kita ada penyaluran subsidi pangan untuk komoditas cabai dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan PT Jawa Tengah Agro Berdikari. Komoditas yang disubsidi yaitu cabai rawit merah, tambahan bahan pangan organik dan pangan lokal lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, subsidi yang diberikan dalam kegiatan ini mencapai sekitar 40 persen dari harga pasar. Harga cabai rawit merah sebelumnya sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram. Melalui program subsidi ini, masyarakat dapat membeli dengan harga Rp65.000 per kilogram atau Rp32.500 per 500 gram.

- Advertisement -

Selain cabai, tersedia pula berbagai komoditas pangan lainnya dengan harga terjangkau, antara lain Beras organik Rp15.000 per kilogram, Cabai rawit merah Rp32.500 per 500 gram (Rp65.000/kg), Beras analog (singkong/jagung) Rp14.000 per 500 gram, Tepung mocaf Rp6.000 per 500 gram, Mi mocaf Rp3.000–Rp5.000 per pcs, Telur ayam Rp28.000 per kilogram.

Dalam kesempatan tersebut, Ivah juga menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan produksi lokal, khususnya dari wilayah Jawa Tengah. “Kami mengutamakan produksi lokal. Kebetulan di Provinsi Jawa Tengah ada beras organik, dalam rangka mempromosikan pangan organik tersebut. Selain itu juga ada komoditas lokal lain seperti beras jagung dan beras singkong,” ujarnya.

Program ini tidak hanya bertujuan menekan gejolak harga, tetapi juga mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal non-beras.

Salah satu warga Panjang Indah, Rohmatul Umah, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia membeli beras jagung, beras singkong, dan beras organik yang memang sudah rutin dikonsumsi keluarganya. “Sebelumnya sudah rutin konsumsi, tapi selama ini agak sulit mencari pangan lokal organik. Alhamdulillah sekarang ada subsidi pangan lokal,” tuturnya.

Menurutnya, harga beras organik di pasaran bisa mencapai hampir Rp25.000 per kilogram, sehingga harga Rp15.000 per kilogram dalam program ini sangat membantu. Ia juga membeli telur ayam dengan harga Rp28.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga di luar yang mencapai Rp30.000 per kilogram.

Rohmatul berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. “Harapannya bisa menjangkau masyarakat karena kondisi ekonomi masih sulit, jadi bisa membantu. Semoga ada subsidi pangan murah lagi tetapi bisa lebih lengkap,” pungkasnya.(adv)

Bagikan Berita Ini
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *