Kota Pekalongan, Media RCM.com – Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis lingkungan sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah pesisir pasca banjir dan rob sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid secara resmi membuka kegiatan paparan Final Desain dan Persiapan Pembangunan Ekowisata di Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat BPK Lantai 2 Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Selasa siang (13/01/2026).
Usai kegiatan, Wali Kota Aaf menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya sinergi dengan Kemitraan Indonesia yang akan merealisasikan pembangunan ekowisata di dua kelurahan tersebut. Menurutnya, proyek ini menjadi momentum penting dalam mempercantik kawasan pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Alhamdulillah, dari Kemitraan Indonesia akan ada program atau pembangunan ekowisata di dua kelurahan, yakni di Kandang Panjang dan di Degayu. Untuk yang di Kandang Panjang, khususnya di kawasan Taman Mangrove, rencananya akan dibangun restoran apung dan sarana pendukung lainnya. Pengelolaannya nanti akan menggandeng Pokdarwis, dan seluruh fasilitasi berasal dari Kemitraan. Mudah-mudahan ini bisa berhasil karena hari ini sudah pemaparan final desain,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia menargetkan pembangunan ekowisata tersebut dapat selesai pada pertengahan tahun 2026. Namun demikian, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, aspek tata kelola harus dimatangkan sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama terkait pengelolaan dan pembagian peran antar pihak.
“Saya minta nanti pengelolaannya dimatangkan betul. Karena ini semua permodalannya dari Kemitraan, jangan sampai tidak ada MOU yang jelas, kemudian terjadi tumpang tindih atau saling klaim. Baik Pokdarwis, masyarakat, maupun kelompok lain, semuanya harus memiliki payung kerja sama yang jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menjelaskan bahwa, pengembangan ekowisata ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut penanganan banjir dan rob di wilayah Pekalongan Utara. Setelah kondisi banjir dan rob relatif kondusif, Pemerintah Kota kini fokus melanjutkan penataan kawasan, termasuk penanganan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas lingkungan.
“Ini kan pasca penanganan banjir dan rob. Pengembangan sebenarnya sudah berjalan untuk penataan kampung kumuh dan sebagainya, kemudian sekarang ada tambahan lagi dari Kemitraan. Alhamdulillah, ini akan mempercantik kelurahan-kelurahan tersebut, terutama Pusat Informasi Mangrove (PIM) yang potensi wisatanya luar biasa, meskipun kemarin terkendala banjir dan rob. Sekarang kondisinya sudah lebih kondusif, tinggal kita tindak lanjuti penataannya,” ungkapnya. (adv)



