Kota Pekalongan, Media RCM.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari menyebabkan banjir di sejumlah titik wilayah. Luapan air sungai serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air membuat permukiman warga tergenang, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan sebagian Kecamatan Pekalongan Timur.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan bergerak cepat dengan menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian bagi warga terdampak banjir. Beberapa titik pengungsian yang telah difungsikan di antaranya Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, SD Negeri Tirto, serta beberapa lokasi pengungsian lain di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga serta menjamin kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi.
Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menegaskan bahwa, Pemkot Pekalongan berkomitmen memberikan penanganan maksimal bagi warga terdampak banjir, baik dari sisi keselamatan, kesehatan, hingga logistik.
“Banjir yang terjadi ini dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi semalaman. Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan yang layak melalui penyediaan lokasi pengungsian serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya disela-sela tinjauannya di Lokasi Pengungsian yang berada di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (17/1/2025).
Ia menambahkan, koordinasi lintas OPD terus dilakukan, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, DPUPR, Dinas Kesehatan, hingga aparatur kewilayahan, agar penanganan banjir berjalan cepat dan terintegrasi.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan banjir,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Pekalongan Barat, M. Natsir, menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di wilayahnya terus mengalami peningkatan seiring meluasnya genangan air.
“Ini evakuasi masih berjalan. Jadi memang jumlah pengungsi ini makin bertambah terus. Tadi sekitar pukul 05.00 sampai 05.30 pagi, data terakhir tercatat ada 98 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 267 jiwa. Namun sekarang ini terus bertambah, perkiraan sementara bisa mencapai sekitar 320 jiwa,” jelasnya. (adv)



