BLITAR.MediaRCM.com – Kondisi pagar SDN Ngeni 02 yang berada di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, kini memprihatinkan dan masuk kategori darurat. Pagar sekolah tersebut dilaporkan hampir roboh dan saat ini hanya diberi penahan sementara berupa Kayu seadanya.
Berdasarkan pantauan Media RCM.com di lokasi, tembok penahan tanah (TPT) yang berada di sekitar pagar sekolah sudah mengalami bangkak atau retak parah.
Kerusakan tersebut dikhawatirkan semakin melebar, terutama saat hujan deras, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan warga sekolah.
Pihak sekolah terpaksa memasang penahan bambu sebagai langkah darurat agar pagar tidak langsung ambruk. Namun, penanganan tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan tidak mampu menahan beban tembok dalam jangka panjang.
Warga sekitar dan pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan instansi terkait, untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Mengingat SDN Ngeni 02 merupakan fasilitas pendidikan yang digunakan setiap hari oleh anak-anak, kondisi tersebut sangat berisiko apabila tidak segera ditangani.
Hingga saat ini, pihak sekolah telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait dan menunggu tindak lanjut guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala Dusun Nyemil, Sidomulyo, Antak, mengatakan kondisi pagar dan tembok penahan tanah SDN Ngeni 02 sudah cukup lama mengalami kerusakan. “Retakan pada tembok penahan tanah sudah bengkak dan semakin melebar. Pagar sekolah juga terlihat miring, sehingga sangat rawan roboh,” ujarnya Antok pada Selasa 20 Januari 2026.
Ia menambahkan, pemasangan bambu dan kayu dilakukan sebagai langkah darurat agar pagar tidak langsung ambruk.
“Penahan bambu ini hanya sementara. Kalau hujan deras, kami khawatir tembok bisa roboh sewaktu-waktu dan membahayakan anak-anak sekolah,” tambah Antak.
Menurutnya, pihak dusun telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa dan instansi terkait agar segera mendapat penanganan serius. “Kami berharap ada perbaikan secepatnya, karena ini menyangkut keselamatan siswa dan lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada tindakan perbaikan permanen di lokasi tersebut. Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung seperti biasa, meski pihak sekolah telah mengingatkan siswa untuk tidak mendekati area tembok yang rawan longsor.
Kepala sekolah setempat mengaku waswas, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan peninjauan langsung dan memberikan solusi yang aman dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Warga sekitar pun turut meminta perhatian serius dari pihak berwenang. Mereka menilai kondisi tersebut tidak hanya membahayakan siswa, tetapi juga pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di sekitar area sekolah.”tutup nya.
Penulis Bas



