Riau, Media RCM.com – 15–16 Mei 2026 — Laga seru tersaji dalam ajang GEAS Seri Nasional Road to Jakarta yang berlangsung di Stadion Utama Riau. Pertandingan antara SSB Rajawali United Dumai vs Putra Pesisir menjadi salah satu duel paling menarik, dengan skor akhir 3-1 untuk keunggulan Putra Pesisir.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung tampil agresif. Babak pertama berlangsung sengit dengan pola saling serang. SSB Rajawali United Dumai menerapkan strategi counter attack, namun harus kebobolan lebih dulu pada menit ke-7 sehingga tertinggal 1-0.
Meski tertinggal, semangat juang anak-anak Rajawali tidak surut. Mereka terus memberikan perlawanan sengit sepanjang babak pertama. Intensitas permainan yang tinggi membuat laga terasa sangat melelahkan bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, pelatih melakukan rotasi besar dengan mengganti pemain inti dengan pemain pelapis. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bermain serta menjaga kebugaran pemain di tengah padatnya kompetisi. Namun, kelelahan mulai terasa sehingga performa tim sedikit menurun.
SSB Rajawali United Dumai sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol yang dicetak oleh Kenzo. Namun, Putra Pesisir berhasil menambah dua gol lagi hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-1.
Selama turnamen berlangsung, SSB Rajawali United Dumai juga menurunkan kiper terbaiknya, Fatan Harmoko dari Kota Duri. Penampilannya tidak diragukan lagi, tampil gemilang di bawah mistar dengan berbagai penyelamatan penting yang turut membawa tim melaju hingga babak final.
Pelatih tim, Muhammada Yusuf, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain.
“Kami sangat bangga dengan performa anak-anak. Target awal hanya semifinal, tapi Alhamdulillah bisa sampai final. Yang terpenting bukan juara, tetapi perkembangan permainan mereka,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain tampil solid di setiap lini. Tidak ada yang lebih menonjol karena semua pemain dididik untuk menjadi bintang di posisinya masing-masing. Setiap kesalahan yang terjadi di lapangan pun cepat diantisipasi oleh tim pelatih.
Salah satu momen menarik terjadi saat pergantian penjaga gawang. Kiper pengganti yang masih berusia 10 tahun mendapat kesempatan bermain, memberikan pengalaman berharga dan menunjukkan keberanian luar biasa di bawah mistar.
Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari para orang tua. Antusiasme penonton semakin terasa, terutama saat pertandingan kelompok usia 9 tahun yang menghadirkan aksi-aksi lucu dan menggemaskan.
Hasil ini menjadi pembelajaran penting bagi mental para pemain muda Rajawali. Selanjutnya, mereka akan menghadapi SSB Radial FC dalam lanjutan klasemen.
Presiden SSB Rajawali United Dumai, Edo Teguh Irwanto, menyampaikan harapannya agar anak-anak terus berkembang.
“Kami ingin mereka menambah wawasan, belajar dari kekalahan, dan membentuk attitude yang baik untuk masa depan,” ujarnya.
Dengan semangat sportivitas dan pembinaan usia dini yang kuat, laga Rajawali United vs Putra Pesisir menjadi bukti bahwa proses dan perkembangan jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. (maulana)



