*MBG Kabupaten Tegal Capai 70 Persen, Satgas Siap Perkuat Pengawasan*

Tegal Mediarcm.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tegal telah menjangkau lebih dari 70 persen dari total target penerima manfaat. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran, Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG Kabupaten Tegal mulai memperkuat pengawasan melalui rapat perdana yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Jum’at (06/03/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal sekaligus Ketua Satgas MBG Amir Makhmud mengakui kinerja tim sebelumnya belum berjalan optimal. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum seragamnya arahan dalam pelaksanaan program.
Meski demikian, pelaksanaan MBG di Kabupaten Tegal tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 309.912 penerima manfaat dari target 482.365 orang. Sementara itu, dari total rencana 252 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 109 dapur telah beroperasi.
Amir menegaskan pentingnya memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kelayakan bangunan, sarana pendukung, maupun kelengkapan izin operasional.
“Kami harus memastikan seluruh SPPG benar-benar telah memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi fisik bangunan maupun aspek operasionalnya,” tegas Amir.
Ia juga mendorong agar bahan baku yang digunakan oleh SPPG dapat bersumber dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Tegal. Mengingat besarnya anggaran yang beredar melalui program MBG, diharapkan perputaran ekonomi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan dan akuntabel, Satgas MBG juga berencana membentuk portal pengaduan khusus sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun masukan terkait pelaksanaan program MBG.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Tegal Risma menyampaikan bahwa jumlah titik SPPG di Kabupaten Tegal terus mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, jumlah rencana titik SPPG bertambah dari 252 menjadi 262 titik.
Ia menyebutkan perkembangan pelaksanaan MBG di Kabupaten Tegal tergolong cukup cepat, dengan lebih dari 10 titik SPPG yang berhasil disurvei setiap minggunya.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Menurutnya, terdapat beberapa penyedia bahan pangan yang menetapkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga menyulitkan pengelola SPPG dalam menyusun menu bergizi sesuai pagu anggaran sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.
“Ketika harga bahan baku melebihi HET, pengelola SPPG tentu akan kesulitan menyajikan menu yang sesuai dengan standar gizi dan pagu anggaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selama bulan Ramadan, tantangan pelaksanaan program juga bertambah. Sejumlah sekolah mengusulkan agar distribusi MBG tidak dilakukan setiap hari, sementara surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur bahwa distribusi tetap harus berjalan secara harian.
Untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi rutin dengan tim gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.
“Kami sangat membutuhkan dukungan Satgas untuk membantu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan,” kata Risma.
Melalui rapat perdana ini, Satgas MBG Kabupaten Tegal diharapkan segera menyusun rencana kerja yang lebih terarah serta melakukan monitoring secara berkala, sehingga program MBG dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Tegal.
Maskani / R.Susilo AN




